BUKAN MENANTU KAYA
“Iya Kang. Ikmal sudah tawarin ke Kang Haikal, karena kan sawahnya memang milik berdua. Kang Haikal menyanggupi membeli tapi harganya hanya lima puluh. Sementara Ikmal butuh lebih dari lima puluh juta, Kang. Biaya secar aja lima belas juta, belum biaya ICU, NICU,“ terangnya membuat hatiku agak terenyuh.
Kasihan juga nasibnya. Bak jatuh tertimpa tangga. Sudahlah dapat musibah, diledek pula dengan penawaran sawah yang tak mau akal.
“Ningrum punya perhiasan kan?“ tanya Mas Hasan.
“Sudah Ikmal jual hampir semuanya, Kang. Tinggal dua cincin saja yang tersisa,“ jawab Ikmal dengan kepala menunduk. Mas Hasan menghela napas panjang, lalu memijit pelipisnya.
“Biar nanti aku coba bicara sama Haikal.“
S
Bab Populer