Dimanjakan Sentuhan Panas Adik Ipar
Dan untuk kali ini saja, ia ingin memakan makanan yang sudah lama ia rindukan.
Malam itu Celyna makan dengan lahap. Walaupun Kaizen tidak menyukai jengkol, tetapi dia masih mau duduk berhadapan dengan Celyna.
“Kamu tidak mau cobain jengkolnya?”
Caelan menggeleng pelan. “Kamu saja, jangan terlalu banyak makan jengkol. Biasanya perutmu besok pagi akan sakit.”
Celyna menelan makanannya. Lalu meneguk segelas air es. “Kamu masih mengingatnya?”