Dendam Pernikahan Pewaris Tampan
Di luar kaca besar, salju turun lebat, menutupi trotoar, tapi Devanka bahkan tak sadar kalau jaketnya sudah basah kuyup oleh lelehan salju tadi.
Dari balik pintu, suara-suara tegang terdengar samar.
“Tekanan darahnya drop lagi, tujuh puluh per empat puluh!”
“Naikkan laju transfusi, jangan tunggu kuretase, kita stabilkan dulu!”
“Plasenta sudah keluar sebagian, tapi uterusnya masih kontraksi lemah.”
Devanka menutup telinganya. Ia tak mengerti semua istilah itu, tapi nada panik di dalam membuat jantungnya serasa diremas.
ตอนยอดนิยม