Gairah Panas Suami Kontrak
Ia menghubungi, tapi tetap saja nomornya tidak aktif.
Aku semakin meringis, rasanya bayi akan keluar saat ini juga.
“Mbak, sakit!” Aku berucap setengah berteriak.
Wanita yang kupanggil mbak itu kembali mendekat. Ia terlihat begitu khawatir saat melihat bukan hanya air ketuban yang keluar, tapi juga darah. Aku diminta untuk berbaring di lantai, kemudian mengangkang agar ia bantu persalinan. Namun, aku tetap menolak. Ingin melahirkan di rumah sakit, apa pun alasannya.