Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suami Preman Ternyata Sultan

Suami Preman Ternyata Sultan

“Aku akan jalan kaki dulu keluar gang. Nanti di jalan raya kan ada angkot. Atau mungkin ojek.” “Aku antar kamu ke kantor! Jangan pergi sendiri,” ucap Qasam sambil melewati Qizha. “Mas Qasam mau antar pakai apa? Jalan kaki? Lah, kita malah jalan kaki berduaan dong? Nggak lucu ah, Mas,” protes Qizha sambil tertawa mengikuti Qasam melangkah ke luar. “Aku pinjam motor.” Qasam menuju ke rumah tetangga. Rupanya teman kerjanya.
1043.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai kembara berjalan kaki
Baca
+Pustaka
Fitnah Di Hari Pernikahanku

Fitnah Di Hari Pernikahanku

Dia buru-buru pergi keluar dari gerbong kereta. Kirana berjalan dengan langkah panjang, kebetulan rumah sang bude tak jauh dari stasiun. Dia memilih jalan kaki sembari mengenang masa-masa dulu ketika berlibur di rumah bude bersama dengan sang bunda. Di dalam perjalanan, dia merasa sedikit terganggu pria muda yang sebelumnya membangunkannya tampak membuntutinya di belakangnya. Langkah kakinya sengaja dia percepat menuju ke ruah sang bude.
9.330.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 606 kali sebagai kembara berjalan kaki
Baca
+Pustaka
KEMBARAN DEWA PERANG

KEMBARAN DEWA PERANG

Wanita dengan malu - malu melingkarkan tangannya di leher Luhan. Luhan mulai berjalan untuk mencari tempat yang aman dan untuk mengobati luka di kaki wanita tersebut. Luhan berjalan layaknya manusia normal, karena dia tidak bisa menunjukkan kekuatan dewanya di hadapan manusia, karena itu melanggar aturan kerajaan Langit.
101.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai kembara berjalan kaki
Baca
+Pustaka
Curug Kembar Pintu Gerbang Dunia Lain

Curug Kembar Pintu Gerbang Dunia Lain

Setiap langkah terasa lebih berat, seperti tanah di bawah kaki mereka menahan, seakan tidak ingin mereka melanjutkan perjalanan. Pak Lebe berhenti sejenak, menatap sekeliling. “Kita sudah dekat. Hati-hati, jangan berpencar. Begitu sampai di Curug Kembar, kalian harus mengikuti semua yang dikatakan Kirana. Jangan ada yang melangkah keluar jalur.”
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai kembara berjalan kaki
Baca
+Pustaka
Perishable

Perishable

Lalu setelah itu dia turun dan keluar dari rumah. Kini dia berjalan di sekitar kompleks, mini market itu tidak terlalu jauh, hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja untuk sampai ke sana. Maka dari itu Merza memilih jalan kaki. Lagipula di sini tidak sepi, ada pengendara motor dan orang yang berjalan kaki sepertinya. Tapi walau begitu entah mengapa Merza merasa jika ada yang mengikutinya. Dia pun mempercepat langkah hampir setengah berlari. Dan setelah tiba di mini market, dia sontak bernapas lega.
780 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai kembara berjalan kaki
Baca
+Pustaka
Menipu Sang CEO Buta

Menipu Sang CEO Buta

Istilah itu asing baginya. "Walker, alat bantu jalan, yang memiliki empat tiang. Ada jenis beroda dan ada yang tidak. Kita akan memakai yang tanpa roda terlebih dulu. Memastikan kakimu kuat berdiri menahan beban." jelas Ellie. "Apa ini alat bantu berjalan seperti yang dipakai para manula itu?" "Oh.. benar. Kau tahu rupanya." Ellie senang dia tidak harus menjelaskan lebih panjang lagi soal cara pemakaiannya.
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 342 kali sebagai kembara berjalan kaki
Baca
+Pustaka
Terjerembap dalam Pelarian

Terjerembap dalam Pelarian

Aku turun dari jendela kamar tidur di lantai dua, dengan hati-hati turun ke taman di bawah, lalu melompat melewati pagar yang rendah. Angin bertiup kencang menerpa wajahku, dan aku hampir berteriak. Akhirnya... aku bebas lagi! Aku berlari mati-matian menyusuri jalan yang sudah kukenal. Senja mulai turun, dan cahaya lampu jalan di kejauhan menjadi satu-satunya pemanduku. Lalu, sebuah mobil hitam berdecit berhenti tepat di depanku.
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai kembara berjalan kaki
Baca
+Pustaka
Dikira Satpam Hidung Belang Ternyata Dewa Perang

Dikira Satpam Hidung Belang Ternyata Dewa Perang

Dan untuk sisa perjalanan sejauh beberapa kilometer harus ditempuh dengan berjalan kaki melalui jalan setapak. Menatap jalan tanah berbatu yang terjal dan berlumpur di depan matanya, Celeste mengerutkan kening dengan dalam. 'Aku sebenarnya tidak takut dengan jarak yang jauh atau berjalan lama.' 'Tapi masalahnya aku sedang memakai sepatu hak tinggi yang sangat tidak cocok untuk medan seperti ini!' Tapi Celeste tidak membawa sepatu cadangan lain dalam tasnya.
1047.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai kembara berjalan kaki
Tampilkan Ulasan (9)
Baca
+Pustaka
ekadermawan89
fresh ceritanya, mantap thor. Saya sudah baca 6 dari 7 karya-karya keren beliau. Rianoir ini salah satu penulis novel yang produktif, kreatif sekaligus imajinatif dan disiplin di waktu yang sama. tetap konsisten brother ...
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang yang Legendaris, dia juga memiliki bakat yang besar dengan Tubuh Kaisar Langit. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Bukan Teman Tapi Sekamar?

Bukan Teman Tapi Sekamar?

Akan ada lawan mereka untuk memenangkan tantangan ini. “Mana tau sudah jalan satu kilo apa belum.” Amanda tidak pernah jalan sejauh itu. Di kantor pakai lift, di rumah pun sama. Mau ke mana-mana pakai mobil dan kalau mau apa-apa menyuruh ART-nya saja. “Saya bisa memprediksikannya.” Senja kan anak gunung, dia bisa kira-kira sudah berapa lama berjalan hingga bisa menempuh jarak satu kilometer.
1022.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 825 kali sebagai kembara berjalan kaki
Baca
+Pustaka
PERGI UNTUK KEMBALI

PERGI UNTUK KEMBALI

Semoga saat aku tiba kembali lusa nanti, Amara sudah bersedia berdamai denganku dan lukanya sendiri. Belum pernah aku serepot ini saat pulang dari perjalanan dinas.Biasanya hanya menenteng travel bag kecil serta tas berisi laptop dan beberapa berkas. Tidak pernah ada barang di bagasi pesawat, sehingga bisa langsung keluar bandara tanpa harus menunggu lama. Kali ini aku terpaksa memakai troli untuk memindahkan beragam kardus ke bagasi taksi yang kupesan.
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 301 kali sebagai kembara berjalan kaki
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status