BUKIT TENGKORAK
Gadis itu tak mengenakan alas kaki sebab, ia harus merasakan getaran di tapak kakinya sebagai ganti indra pendengaran yang tak sempurna dari lahir.
Kenanga jongkok, ia lihat sendiri bekas-bekas tapak kaki kuda, tapak kaki sepatu manusia, serta jejak kereta yang membekas di tanah. Kenanga terus berjalan mengikuti jejak itu sebagai petunjuk di mana keberadaan kakaknya.
Sesekali ia menoleh ke belakang melihat Kampung Rikit Gaib dari kejauhan. Setelah itu ia tak menoleh lagi, berjalan lalu terus belari sekuat tenaga dibawah sinar matahari.