KEMBALILAH SUAMIKU
Umi mengusap wajahku yang tanpa ekspresi, hanya menatap putihnya dinding dengan air mata berlinang.
Aku seperti tak bernyawa, belahan jiwaku dipanggil saat aku sedang merasakan indahnya cinta, bagaimana aku sanggup melawan ini semua?
“Bukankah Allah tak selalu bersamaku Umi?”
Dengan bibir bergetar kuucapkan kata protes. Jika tabahku belum cukup, jika ibadahku belum sempurna, jika tingkah lakuku belum baik, kenapa harus dengan cara seperti ini Allah menegurku, kenapa harus dengan cara mengambil orang yang yang paling berarti Allah memberikan aku ujian?
인기 회차