Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Abangku

Istri Abangku

Ia tak menyangka, pakaian bagus itu mampu mengubah penampilan buruk seseorang. "Sayang, terima kasih baju mahalnya," ucap Bu Rani sambil tersenyum sumringah. "Baju itu tidak perlu mahal, Bu. Asalkan pantas dan sesuai dengan badan kita, pasti akan terlihat bagus dan mahal. Sekarang, ayo kita ke toko kue untuk membawa buah tangan untuk Ica. Jangan lupa parcel buahnya sekalian," ucap Om Herman lagi dengan begitu bijaksananya.
1019.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 613 kali sebagai kenapa baju hikmat mahal
Baca
+Pustaka
Wanita yang Kau Sakiti

Wanita yang Kau Sakiti

Sudah mati rasa seketika. Arik tak menyadari kini dirinya sedang dibicarakan oleh istrinya. Pria itu awalnya hanya ingin membelikan kerudung ibunya. Namun, lelaki yang suka barang bermerek itu tergiur untuk membeli beberapa potong baju Koko yang terpajang. Hayana sendiri awalnya tak ada niat untuk berbelanja baju. Sahabatnya Kartika itu tiba-tiba ingin beli jilbab, ketika melintasi outlet pakain muslim tersebut. Rencana awal pun gagal.
29.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai kenapa baju hikmat mahal
Baca
+Pustaka
Menikah Dengan Majikan

Menikah Dengan Majikan

Wow, sekali, andai bisa pamer sama temen-temen kampung rasanya sesuatu, deh. Aku berputar mencari baju yang pas. Mengambil yang aku suka, tanpa harus memikirkan berapa harganya. Mataku tertuju dengan sebuah pakaian tipis yang berbahan sutra. Baju begini aja mahal amat harganya. kurang bahan, tipis pula. "Ambil aja kalau mau." Suara Mas Brian terdengar seperti meledek. "Apa sih! Nggaklah, masa aku pake ini. Sama aja aku nggak make baju."
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 308 kali sebagai kenapa baju hikmat mahal
Baca
+Pustaka
Pernikahan 90 Hari Gadis Desa & Tuan Presdir

Pernikahan 90 Hari Gadis Desa & Tuan Presdir

Celetuk Wanita paruh baya itu sambil mencari pakaian yang pas untuk Bude Ratmi. "Nah saya rasa ini sangat cocok untuk Bu Ratmi, coba dulu saja ya. Dan Aluna sayang, kamu juga kenapa hanya diam saja ayo pilihlah barang yang kamu inginkan." "Iya Mah." Balas Aluna merasa sungkan. "Ya ampun Aluna, lihatlah harga baju ini sangat mahal sekali. Padahal Bude sengaja mencari baju yang lebih murah, tapi mertuamu itu malah memberikan baju yang harga nya jauh lebih mahal lagi. Nilai nya cukup untuk memenuhi kebutuhan kita di kampung selama dua minggu." Ujar Bude Ratmi tercengang.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai kenapa baju hikmat mahal
Baca
+Pustaka
Mahar Sepuluh Ribu

Mahar Sepuluh Ribu

Fotografer agak sulit menyuruh Ajeng tersenyum. "Jeng, senyum dong. Jangan bikin foto kita jelek." Dimas berbisik pada Ajeng. Ajeng memaksakan senyumnya. Sekar menatap putrinya dari kejauhan. Dia masuk ke kamar menunduk berdoa dalam hening semoga saja putrinya mendapat bahagia. Tetes air matanya jatuh ke kasur yang ia duduki. Matanya menatap hantaran yang tersusun di tempat tidur. Bingkisan hantaran yang mewah tampaknya dari luar berisi semua kebutuhan mempelai wanita. Tangan Sekar meraih salah satu bingkisan dan terhenyak melihat sandal dan harga yang masih menempel di sana 25 ribu rupiah. Sandal jepit dari busa. Bu Sekar melihat lagi pakaian dan mukena yang diberikan sebagai hantaran. Satu
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 279 kali sebagai kenapa baju hikmat mahal
Baca
+Pustaka
Apa Warna Hatimu?

Apa Warna Hatimu?

Aku butuh kegilaan Wahyu untuk menetralisir pikiranku. Kami mampir di sebuah butik pakaian wanita. Richard menyodorkanku pada pemilik butik, seorang wanita muda dengan dandanan tebal tapi ramah. Aku tidak boleh dikeluarkan dari kamar pas sebelum mencoba semua gaun ungu di butik ini. Mataku tertarik pada sebuah gaun berpotongan one shoulder yang terbuat dari sutra. Gaun ini tidak banyak detil, potongannya jatuh dengan pas di tubuhku. Warnanya ungu tua--seperti terong.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai kenapa baju hikmat mahal
Baca
+Pustaka
Humaira (Hati yang Mendua)

Humaira (Hati yang Mendua)

Namun Humaira lebih nyaman pergi sendiri. Rapat dengan klien dari PT. CNA, sebuah perusahaan fashion yang cukup terkenal di Jakarta baru saja berakhir. Humaira dan Emran masih duduk-duduk di sebuah kafe di daerah Jakarta Pusat. Di meja mereka, kertas-kertas, map berisi sampel bahan dan cangkir-cangkir kopi terletak tidak beraturan. "Aku kagum sama kamu Humaira. Ide-idemu selalu briliant. Beruntung Dimas punya istri cantik, pintar dan masih muda."
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai kenapa baju hikmat mahal
Baca
+Pustaka
Akibat Pulang Kampung Tidak Bawa Mobil

Akibat Pulang Kampung Tidak Bawa Mobil

"Halah, wong di depan suaminya aja, lo. Justru dapat pahala." "Harus?" ucapku sambil menunjukkan baju seperti saringan tahu ini. “Ayolah, Dek. Kamu memakai ini akan terlihat sexy. Toh cuma sebentar sebelum...” Ucapannya menggantung terganti dengan alis mata yang dinaik-naikkan. ***
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai kenapa baju hikmat mahal
Baca
+Pustaka
Koloni Betaverse

Koloni Betaverse

Bang Amir selalu memakai baju warna tanah atau pastel. Sementara itu, walaupun warna putih dikenal sebagai warna pakaian murid sekolah atau juga warna para Haji, baju putih yang biasa dikenakan Babah tidak punya makna. Baju itu dijahit ibunya dari kain kafan sumbangan pemerintah untuk warga jelata. Baju putih berbahan murah itu segera saja berubah kumal karena terlalu sering terkena noda dan keringat. Warna kumal itulah yang menjadi ciri khas bagi gelandangan seperti mereka.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai kenapa baju hikmat mahal
Baca
+Pustaka
Mendadak Dinikahi Calon Papa Mertuaku

Mendadak Dinikahi Calon Papa Mertuaku

ucap Hisyam. Sampai di Mall, Zahra yang jarang ke Mall merasa di manjakan dengan pemandangan di sekitarnya. Banyak sekali pilihan outfit seumuran dirinya yang modelnya kekinian. Ia pun memilih warna-warna baju yang ia suka. Hisyam juga tampak pintar memilihkan baju untuk Zahra. Bajunya cebderung sopan dan tidak terbuka. Setelah mendapatkan brberapa stel baju yang di inginkan, semua mata tertuju pada Hisyam. Terutama cewek-cewek cantik yang kebetulan lewat. Mereka saling melirik dan berbisik dengan temannya kemudian tersenyum satu sama lain. Wajah Zahra berubah jadi cemberut, dia yakin mereka pasti mengira dirinya simpanan Om-Om. Rasanya ia ingin segera pergi dari tempat itu.
9.6118.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai kenapa baju hikmat mahal
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status