RUMAH EYANG
Seketika aku mundur beberapa langkah, hampir saja aku terjengkang, kalau saja tubuh belakangku tak menabrak kursi makan.
Aku sampai tak bisa berkata-kata melihat anak itu. Bola matanya hitam tanpa retina, dengan mulut belepotan darah yang berwarna gelap dari ikan tongkol yang dimakannya. Dia menyeringai, gigi-giginya nampak runcing semua, sungguh menakutkan. Rambut ikalnya berantakan, seperti sudah sangat lama tak disisir.