POLIGRAF
Kelopak mata Kala semakin berat layaknya digantungi beton, membuatnya terpejam semakin lama sebelum setengah hidup membuka, semakin senang Fikri memelototinya.
"Nah, begitu, sedikit lagi. Penderitaan ini akan kamu rasakan sebentar saja lagi, Anak Muda. Tidak usah melawan, itu nasibmu karena sudah memiliki kemampuan merepotkan itu."
Tubuh Kala sudah belingsatan tidak jelas, darah mengucur semakin deras, langit sudah kelihatan berputar-putar dalam benaknya. Pemandangan yang ditangkap oleh netranya pun semakin pudar, samar, semakin lindap seiring kelopak mata yang menutup dan tidak ingin membuka lagi, selaras dengan napas yang enggan diembuskan lagi.
Bab Populer