Menikahi Tuan Tanah Misterius
“Aaah... sakit, Mas!”
“Tahan sebentar, Sayang,” bisiknya menenangkan. Ia mendorong lagi hingga aku merasa rongga dalamku penuh dan sesak. Air mata hampir menetes karena rasa robek yang nyata, namun Bara segera menenggelamkan seluruh miliknya dengan lembut. Aku gemetaran merasakan sensasi asing yang memenuhi diriku.
Bara menunggu sejenak agar aku terbiasa, lalu mulai bergerak maju-mundur perlahan. Rasa sakit perlahan memudar, berganti getaran nikmat yang merambat ke seluruh saraf.
Beliebte Kapitel