Runtuh di Tangan Karma
Saat suamiku yang seorang CEO, sedang menemaniku menjalani program bayi tabung untuk kedua belas kalinya, tiba-tiba dia menerima panggilan dari nomor tak dikenal.
Dia melirik layar ponselnya sekilas, sorot matanya langsung berubah tegang.
"Ada rapat darurat dewan direksi."
Dia berdiri sambil merapikan ujung lengan jasnya, gerakannya begitu tenang dan terkendali, seolah sudah berulang kali melakukannya.
"Ada kendala di proyek akuisisi lintas negara. Kamu lanjut dulu sendiri ya, nanti kalau rapatnya udah selesai aku balik lagi temanin kamu."
Pintu ruang pemeriksaan tertutup lagi. Perawat yang memegang berkas medis tampak ragu saat menatapku.
"Nona Wanda, proses pencairan embrionya udah dimulai
Capítulos em Alta