Bahagia Setelah Terusir
Ia dapat memahami, jika Hayati kaget dengan kekasaran tangannya.
Tangan kasar sebuah kelaziman bagi orang Bangkau sebagai seorang nelayan, yang kesehariannya bersentuhan dengan pisau dan ikan. Titik saraf nyeri sudah kebal dengan tusukan duri-duri ikan, sayatan pisau, juga kutu air yang menambah nilai estetik di tangan orang Bangkau, tak terkecuali Tera. Waktu kecil, tiap hari ia mengolesi telapak tangannya dengan salep anti kutu air. Sesekali ia mengolesi dengan minyak jelantah, lalu memanggangnya di atas bara api. Kini Tera sudah kebal. Kulit sudah kadung menebal.
Hayati mendekati Evan. Ia mengelus rambut Evan, tetapi bocah itu bergeming. Satu pertanyaan lagi memuntal kepala Tera yang suda
Hot Chapters