Pengantin Pilihan Raja
ujarku meminta maaf sambil tersenyum kecil pada Nike, temanku yang selalu ada untukku.
Kami berdua, lalu berjalan menuju suatu tempat. Di dekat hutan beringin, menuju ke arah sebuah kereta tua yang tak digunakan lagi, tampak berkarat, berlumut, dan penuhi tanaman rambat—kereta itu dulu, terhubung langsung ke kerajaan-kerajaan timur, barat, selatan dan utara. Tapi aturan Territory memaksa kereta untuk berhenti berobrasi. Sekarang, tinggal fana dengan Fana, abadi bersama dengan abadi.
Sikat na Kabanata