SEDIKIT LAGI, SAYANG!
“Pilihlah yang membuat kamu nyaman, yang sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan. Walaupun penghasilannya besar, kalau hati nggak nyaman, buat apa? Biaya ke psikiater itu mahal, Sayang!”
Cindy tidak kuat menahan tawanya di akhir kalimat. Nathan pun ikut tertawa geli mendengar pendapat jujur sekaligus menggelitik dari Cindy. Ia menarik Cindy ke dalam pelukannya, merasa beban pilihan di pundaknya kini terasa jauh lebih ringan.
“Kamu benar, biaya kesehatan mental emang mahal. Baiklah, Nyonya CEO, aku ikut saran kamu,” ucap Nathan di sela tawanya.
Hot Chapters