Ada satu kutipan dari Viktor Frankl yang selalu membuatku merenung: 'Antara stimulus dan respons, ada ruang. Di ruang itulah terletak kebebasan dan kekuatan kita untuk memilih respons kita.' Kalimat ini seperti tamparan halus yang mengingatkan bahwa kita bukan sekadar produk dari keadaan, tapi punya kendali atas cara kita menanggapi hidup. Frankl, yang selamat dari Holocaust, membuktikan sendiri bagaimana pola pikir bisa menjadi alat bertahan hidup yang paling powerful.
Di sisi lain, Carl Jung pernah bilang, 'Aku bukan apa yang terjadi padaku, tapi aku adalah apa yang aku pilih untuk menjadi.' Dua kutipan ini saling melengkapi—Frankl bicara tentang momen antara, Jung tentang proses menjadi. Keduanya menawarkan perspektif bahwa kesehatan mental bukan tentang menghindari penderitaan, tapi tentang menemukan makna di dalamnya. Aku sering mengulang-ulang kata-kata ini setiap kali merasa terjebak dalam situasi sulit.