KEMBALINYA SANG RATU
Liang memperhatikan dengan seksama sampel darah Sinta yang bercahaya biru pucat, mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik semua kejadian ini.
"Kau pikir pertempuran ini hanya di Bumi?" bisik makhluk itu ke pikiran Sinta, mata mereka memantulkan galaksi. "Laut adalah pintu ke semesta."
Sinta terbayang pada teks bhanti bhanti yang dialntunkan ibunya, sewaktu masih kecil dulu, "Te hawa mbea disintuwu, di olo na sintuwu ano," (rasa yang tidak dapat dikendalikan, di lautanlah tempat mengelolanya".