Hijrah di Bawah Tuntunan Gadis Malam yang Kusewa
Gus Zainal tersenyum, menyadari ternyata penjelasan yang diberikan mampu dicerna dengan baik oleh Kamila, "Jawabannya simpel sebenarnya, sebagai manusia, kita bisa mencintai sesama manusia yang kita anggap memiliki sisi kelebihan atau kesempurnaan yang mampu menarik hati kita, lalu bagaimana mungkin kita tidak mencintai penciptanya yang jelas Maha Sempurna dan menjadi sumber kesempurnaan makhluknya?
Cinta pada Allah itu keniscayaan dari keimanan kita, Kamila. Jika kita Iman pada Allah Yang Maha Esa, maka sudah seharusnya kita juga mencintaiNya," jawab Gus Zainal ringan namun sarat akan makna. Ringan dari segi pilihan kata yang digunakannya, tapi mendalam maknanya.
"Terus kalau nggak ada cint
Hot Chapters