Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hadirmu Menghancurkanku

Hadirmu Menghancurkanku

Aku sangat membenci dia, aku ingin membunuh dia, tapi untuk berdiri pub aku sudah tidak sanggup. Seluruh badanku sakit dan tak bertenaga. Aku berjuang melupakan semua yang terjadi, karena apabila aku mengingat kejahatan ku hatiku sangat sakit. Semua daya yang ada di tubuhku telah hilang, yang ada dipikiran ku hanya ada Lia. Dunia ini terasa sangat gelap. Tak ada lagi semangat untuk hidup. Perlahan aku mendengar suara yang sudah begitu lama ku rindukan.
7.8K viewsCompletedAdded to Library 256 Times as kill me now
Read
+Library
MEREKA BEBAS KETIKA KALIAN MATI

MEREKA BEBAS KETIKA KALIAN MATI

Jazlan menelan salivanya sendiri di sisi jurang begitu. “Dua!” hitung Sivi lagi. “Huh..!” Tegar menghela napas. Baik, Jhagad, Cantigi, Awan, Tegar maupun Jazlan sudah mengangkat satu kakinya, seolah sungguhan akan terjun. “Tiga!” Hitungan Sivi mencapai puncaknya. DOR! Suara tembakan terdengar, diikuti oleh suara Sivi yang mengerang kesakitan. “Aarrghh!”
1010.7K viewsCompletedAdded to Library 288 Times as kill me now
Read
+Library
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Adikku mengidap autisme. Para dokter menyebutnya "kelebihan rangsangan sensorik yang parah". Aturannya sederhana. Tidak boleh ada suara yang tiba tiba. Sama sekali tidak boleh. Jadi, sepanjang hidupku harus dijalani dalam keheningan. Aku tidak pernah memakai sepatu hak tinggi. Aku tidak pernah meninggikan suara. Aku bahkan tidak diizinkan tertawa. Semua itu demi mencegah adikku mengalami krisis emosi. Ayahku, Victor, kepala Keluarga Chaniago, sering menggenggam bahuku. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah saat berkata, "Sera, kamu anak baik Ayah. Melindungi adikmu adalah tanggung jawab kita. Kamu sehat dan kuat. Kamu pasti bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?" Hari itu, aku berada di teras lan
2.7K viewsCompletedAdded to Library 91 Times as kill me now
Read
+Library
Hear Me

Hear Me

Dan tadi adalah suara malaikat maut yang menjemput nyawa nya. "Rinji Kamila Averaya, perempuan hebat dan kuat yang ada di dunia, selamat tinggal. Dan selamat datang di kehidupan selanjut nya, semoga kebaikan yang kamu lakukan di dunia, menuntun mu ke surga. Amin." "Rinji Kamila Averaya." Suara baritone itu terdengar lagi, kali ini menyebutkan nama lengkap nya penuh dengan penekanan.
3.1K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as kill me now
Read
+Library
Bisikan Kematian

Bisikan Kematian

omelku. "Bilang aja, klo rindu. Pake nakutin segala," ujarnya. "Maaf, ya, Pak Sopyan, jangan geer!" bantahku. Lalu, aku memejamkan mata, enggan mendapat rayuan dari orang yang baru setengah menjadi suami. Saat mata terpejam, suara teriakan itu mengganggu. "Aaaaaa ...," Bruuuk "Rasakan itu, kematian pantas untukmu!" ucap seorang pria, lalu tawa lepas terdengar dari mulutnya.
104.7K viewsOngoingAdded to Library 160 Times as kill me now
Read
+Library
Let Me

Let Me

Mampuslah dia, pisau terlalu jauh dari jangkauan untuk membunuh pria ini. . . To Be Continued Terbit: -19/Mei-2k21
103.9K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as kill me now
Read
+Library
Jabakan Maut Sahabatku

Jabakan Maut Sahabatku

Tubuhku langsung lemas. Aku jatuh terduduk di lantai dengan rasa malu yang luar biasa, hingga rasanya ingin mengubur diri ini. “Kak Donny… tolong… tolong jangan kasih tahu siapa-siapa. Kumohon….” Ujarku dengan gemetar, takut setengah mati kalau pria ini akan menjatuhkan hukuman mati bagi harga diriku lewat kata-katanya.
3.0K viewsCompletedAdded to Library 104 Times as kill me now
Read
+Library
Kamu Milikku

Kamu Milikku

Dengan cepat dia berdiri untuk memberi pelajaran baru pada Sherly. Biasanya Sherly lebih memilih diam dan mengalah jika diserang oleh orang orang yang tidak menyukainya. Tapi kali ini, dia akan membuang sikap itu. Sudah cukup hidupnya dihina, dan dijadikan sebagai sasaran kemarahan orang lain. "Aku akan membunuhmu!" Vonny menarik rambut Sherly. "Aku akan membuatmu menyesal seumur hidup." Sherly tidak tinggal diam. Dengan kedua tangannya, dia juga meraih kepala lawannya. Alhasil, keduanya saling jambak jambakan di depan umum.
1034.1K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as kill me now
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status