Membaca 'Killing Stalking' itu seperti terjebak dalam labirin psikologis yang gelap, dan Yoon Bum jelas bukan satu-satunya yang terperangkap di sana. Yang Sangwoo, si 'pangeran tampan' berwajah malaik dengan hati setan, adalah antagonis yang bikin darah beku. Aku masih nggak bisa move on dari cara dia memanipulasi Bum dengan siklus kekerasan dan 'kebaikan' palsu. Yang bikin ngeri, dia bukan sekadar psikopat—tapi punya trauma masa kecil yang di-explore dalam cerita, bikin kita (sedikit) memahami asal muasal kekejamannya. Tapi tetep aja, adegan-adegan penyiksaan dan permainan pikiran yang dia lakukan bikin gregetan sekaligus ngeri!
Yang menarik, Sangwoo nggak cuma antagonis biasa. Dia kompleks. Di satu sisi, kita bisa lihat bagaimana masyarakat idolizing penampilan luarnya dan mengabaikan tanda-tanda danger. Di sisi lain, hubungan toxic-nya dengan Bum bikin pertanyaan: siapa yang lebih terjebak? Korban atau pelaku? Webtoon ini berhasil bikin kita bertanya-tanya tentang batasan cinta, obsesi, dan survival—dengan Sangwoo sebagai katalisatornya yang brutal.