ZOE
ujarku sambil terus membuat suara gaduh diantara mata pisau dan daun bawang.
"Padahal setiap hari aku selalu merindukanmu." Ia tertawa kecil, "Mau kubuatkan Kopi?"
"Kalau itu caramu merayuku agar memberikan sponsor perang kalian maka No, thanks."
"Aku tidak akan memintanya, Kei." Ia tertawa, "Setidaknya untuk sekarang, kami belum memerlukannya."
"Memang, Apa untungnya dengan perang seperti itu? kau bisa cari misi selain memenangkan suatu negara. Lagi pula partai yang kau dukung adalah barisan militer, apakah mereka tidak memiliki asupan dana?"
Hot Chapters