Orang Ketiga
“Azzura, kamu sudah sembuh?” sapa wanita paruh baya dengan celemek menutupi bagian depan tubuhnya.
“Ini pasti Nisrina,” ujar Qailula di dalam hati.
“Saya sudah membaik, Terimakasih sidah bertanya Nisrina,” balas Qailula meraih celemek yang tergantung dengan bordir namanya.
“Syukurlah … Alberto dan Fabiano ada di belakang, aku buatkan kopi dulu untuk kalian.” Nisrina mengusap pundak Qailula sebelum keluar dari toko roti.