Jerat Pemikat
“Bokap aku lah, siapa emang? Bapak kamu urus pas pencabutan berkas saja, lalu daftar sama sama ke Univ yang baru bareng sama keluarga BIma. Mak sama Bapak lo kan lagi nungguin lo di rumah sakit. Ditambah seminggu bokap lo ngilang, tambah horor udah. Akhirnya gue sama Abi yang ngurus.”
“Utu tuh, baiknya calon istri.”
“Idih!” Asma berdecih saja, lalu kembali fokus dengan pekerjaannya.
“Jadi Bima pindah? Noval gimana?”
Asma terdiam, aku pun menyentil hidungnya dan Asma pun kesal sampai memukulku dengan keranjang yang dia buat itu.
“Resek banget sih?” sembur Asma.
“Lah gue tanya, Noval ke mana. Eh, lo malah ngelamun. Kita belum jadian, jadi nggak usah ngelamunin gue.”
Hot Chapters