Ketika Kepala Preman Mencintai Ustadzah
Gamal atau Gojali, masih terlihat tenang, sedikit pun tidak terlihat rona gentar di wajahnya.
"Mati sekarang ataupun nanti tetap tidak ada bedanya. Sedari awal berkecimpung di dunia hitam, aku menganggap hidupku sudah mati." Terdiam Gamal, kembali berucap pelan hampir tidak terdengar. "Kehadiran putriku dengan profesinya yang membuatku tersadar, jika aku mungkin masih punya kesempatan untuk menebus semua kesalahan dan dosa-dosaku di masa lalu, termasuk kepadamu Sadewa." Menatap dalam Sadewa, sorot mata Gamal seperti menyimpan sebuah penyesalan untuk Sadewa.