Perjalanan Sang Batara
Ini bagaikan gagak merindukan bulan.
"Kita masih di dunia batas kang. Waktu itu, aku tidak berdaya melihat kakang Jaka yang sedang di ujung maut. Aku sudah putuskan, jika kakang mati waktu itu, maka aku akan ikut mati bersama kakang. Aku sudah sangat takut melihat tubuhmu yang panas menyengat. Saat aku sedang sangat bingung, tiba-tiba banyak rombongan orang menggunakan kereta kuda datang ke tempat kita. Dan membawa kita berdua kesini... Mereka memberikan perawatan kepada kita dengan baik... Aku pulih kembali setelah dua hari dirawat di gubuk itu. Hanya saja, kakang terluka parah sehingga memakan waktu sepuluh hari. Setiap hari, aku membawamu berjemur dibawah terik matahari pagi agar tubuh ka