Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pewaris Darah Cemani

Pewaris Darah Cemani

Tanpa berkata satu patah kata pun, Mbah Tarjo buru-buru meraih nampan yang ia letakan di atas perapian, sudah ia siapkan sejak masih siang. Nampan tersebut berisikan beberapa jenis bunga berwarna seragam, yakni putih seluruhnya. Tidak ada satu kelopak bunga pun yang memiliki warna berbeda. Di dalam nampan, bunga kantil tersusun rapi, dijejer pada tepian nampan, membentuk lingkaran sempurna, sesuai dengan bentuk nampan yang menjadi wadahnya. Di barisan selanjutnya, bunga turi juga disusun serupa, membentuk sebuah lingkaran yang akan melingkari bunga-bunga berwarna putih selanjutnya.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai kolam bulat
Baca
+Pustaka
Ei-Bree My Betelgeuse

Ei-Bree My Betelgeuse

Vyas Cornanilaerebuselevi lestari
Aku yakin mereka masih perawan, tapi tidak tahu kalau mereka tidak mengonsumsi alkohol. Kolam ini berbentuk bulat di setiap tingkatannya dan kotak di bagian turunan/tanjakan yang landai. Di ujung kolam, kami bisa menyaksikan bagaimana gelombang ombak di laut datang bergantian dan menghilang di bawah tebing yang rimbun. Kami tidak bisa melihat pesisir dengan jelas tapi tahu kalau tersebar batu karang di atasnya.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai kolam bulat
Baca
+Pustaka
Suami Miskinku Ternyata Tuan Muda

Suami Miskinku Ternyata Tuan Muda

Kolam itu 0enuhndemganbbunga tujuh rup yang wanginya semerbak memenuhi ruangan, air kolam yang jernih itu memperlihatkan dasar kolam yang penuh bebatuan yang tertata rapi di dasarnya. Tri menenggelamkannlnseluruh tubuhnya di sana untuk beberap waktu. Lantas kembali naik dan menatp ke arah nyai Reji. Nyai Reji lantas berjalan menjauh, menaiki sebuah batu yang ada di sudut ruangan, dia lantas melapalkan mantra. "Ajisoko gending pinaripan, sekartaji katresnan, katresnan tekaning pati, pati tali tanpo iso di ucolno!"
7.3129.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.0K kali sebagai kolam bulat
Baca
+Pustaka
Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Di sisi kanan lorong, wajah Reva terukir dengan jelas mata tertutup, bibir bergetar, dan setitik air menetes dari matanya yang tertutup. “Kita terlalu jauh sekarang,” bisik Elan. “Mundur bukan pilihan.” Mereka terus menuruni spiral itu hingga tiba di sebuah ruangan bulat dengan sembilan pilar batu berdiri melingkar. Di tengah-tengahnya terdapat lubang bundar dengan permukaan air bening. Tapi air itu tidak memantulkan wajah siapa pun. Bahkan bayangan langit-langit pun tidak tampak di permukaannya.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai kolam bulat
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Sore: “Membuat Kolase Harapan” Di aula, kertas warna-warni, gunting, lem, dan majalah bekas terserak di atas meja. Para peserta diminta membuat kolase: potongan gambar dan kata yang menggambarkan harapan mereka. Anya memilih gambar matahari terbit, kata “Kekuatan”, dan bunga mekar. Kolase itu jadi jendela kecil menuju impian yang ia bangun sendiri.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai kolam bulat
Baca
+Pustaka
Kulamar Kau Dengan Sedotan

Kulamar Kau Dengan Sedotan

ucap Olivia sedikit merajuk pada Jamal. "Bikin kaget aja..." gumam Mitha. "Hehe... Maaf ya, maaf banget. Bentar doang kok. Mau kasih undangan nikah buat kalian satu divisi," jawab Jamal malu-malu. Jamal pun meletakkan undangan fisik berbentuk amplop berwarna merah ke meja yang paling dekat dengannya. "Waaahhh... Selamat Jamaallll, akhirnyaaaa..."
1.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai kolam bulat
Baca
+Pustaka
Fantarna

Fantarna

“Jadi kau dari tadi tidak memerhatikan! Lihatlah! Pasti ada tombol untuk membuka ruangan lain di kotak itu. Dan kertas ini aneh sekali tulisannya. Seperti bahasa lain.“ “Biar kulihat.” Falfayria membaca kertas itu. Dan memang tulisannya berbeda itu adalah tulisan di planet Warnas. Tapi ia tidak bisa membacanya dengan jelas karena kertasnya yang tipis itu menjadi coklat dan rapuh. Ada beberapa serpihan kertas itu didalam kotak. Danil mengamati lagi isi kotak itu. Ada bulatan seperti mutiara. Sepertinya itu tombolnya. Ia lalu menekan tombolnya. Ada pergerakan sisi kotak yang membukakan celah suatu ruangan. Danil lalu menggeser papan kecil di kotak itu. Didalamnya terdapat benda bundar yang dii
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai kolam bulat
Baca
+Pustaka
Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti

Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti

Tenang, terukur, tepuk tangan orang-orang yang tidak perlu memperlihatkan antusiasme tapi tetap memberikannya. "Lot pertama." Layar besar di belakang podium menyala. Di atasnya, gambar sebuah benda kecil berbentuk silinder. Panjangnya sekitar dua puluh sentimeter, permukaannya hitam pekat dengan ukiran spiral yang terlihat terlalu presisi untuk dikerjakan dengan tangan biasa. Bukan spiral acak. Ini pola yang berulang dengan interval yang sangat terukur, mengalir dari ujung ke ujung tanpa satu putus pun yang terlihat.
1028.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 568 kali sebagai kolam bulat
Baca
+Pustaka
5 games on

5 games on

Lebih seperti seperti kolam renang. Di depan terdapat jendela berbentuk lingkaran besar dengan kaca berwarna, membentuk sebuah lambang besar. Dengan bola kristal berwarna hijau keemasan yang diapit dengan dua burung hantu berwarna hitam dan yang lainnya berwarna putih. Mary segera bergegas menyalakan air hangat dan menuangkan sabun aroma herbal. Suara gemericik air membuat kolam mengeluarkan busa.
9.912.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 441 kali sebagai kolam bulat
Tampilkan Ulasan (20)
Baca
+Pustaka
Lyxn
Selamat membaca kembali. Terimakasih sudah support untuk membaca novel ini. Bagi tahukan ke teman-teman kalian. Agar saya lebih semangat update setiap hari. Jika ada kritik dan saran mohon di ajukan saja. Mungkin saja bisa menjadi bahan ide cerita selanjutnya (〜^∇^)〜
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Feng Huang - Kitab 3: Pedang Surga

Feng Huang - Kitab 3: Pedang Surga

Dan ketika si Mata Malaikat muncul ke permukaan, dia ternyata muncul di dalam sebuah kolam yang berbentuk seperti angka delapan, dan dia berada di bagian kolam yang lebih kecil. Hal yang menakjubkan adalah kenyataan bahwa kolam itu sendiri berada di dalam bukit batu di kawasan Bukit Tigapuluh dan membentuk sebuah ruangan yang cukup luas. Penerangan didapat tidak saja dari pelita-pelita yang menyala serta menguarkan aroma wangi, juga oleh cahaya sang mentari yang masuk dair beberapa celah di bagian atas ruangan.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai kolam bulat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status