Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri Sewaan CEO Duda

Istri Sewaan CEO Duda

Sesaat Naura terdiam, dia benar-benar bingung siapa yang mengirim bunga serta kopi untuknya. [Naura : Apa kamu mengirimkan kopi untukku?] Sengaja Naura mengirimkan pesan ke Sela karena wanita itulah yang sering mentraktirnya kopi, tapi kalau bunga. Bagaimana bisa Sela mengirimnya bunga juga? Tak lama notif pesan masuk dari nomor yang tak di kenal. [Hari pertama, terima kasih atas waktu yang indah selama ini. Selamat menikmati kopinya.]
1023.9K viewsCompletedAdded to Library 669 Times as kopi bunga
Read
+Library
Obsesi Sang Pewaris

Obsesi Sang Pewaris

Dia juga butuh kopi supaya fokus kalau berbicara dengan Diraja. “Kita ada kopi Bajawa Flores atau kalau mau ada specialty blends kita. Racikan terbaik dan terlaris di sini. Kudapannya juga ada klepon soft cake kak, pakai gula aren pilihan.” Leo menjawab dengan penuh antusias, dan mau tak mau semangatnya juga menular kepada Ambar.
109.8K viewsCompletedAdded to Library 285 Times as kopi bunga
Read
+Library
Istri Berdosa si Bos Paranoid

Istri Berdosa si Bos Paranoid

Billy menyodorkan menu pada Michael dan Irene sambil berkata, "Coba kalian lihat, mau pesan apa?" "Kopi di sini lumayan enak." Layaknya seorang pembawa acara, Lidya berkata, "Biji kopi di sini pilihan pemilik tokonya, yang paling terkenal yaitu biji kopi Kona. Sekarang, biji kopi Kona sudah makin jarang ada. Bukankah sebelumnya kamu lumayan suka minum kopi? Mau coba segelas kopi Kona, nggak?" Irene menunduk dan menjawab, "Nggak perlu, aku minum teh susu saja."
1049.7K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as kopi bunga
Read
+Library
Dunia ini tidak Seburuk atau pun Seindah yang Kau Kira

Dunia ini tidak Seburuk atau pun Seindah yang Kau Kira

Kata Koji. “Aku juga.” Tambah Rian. “Ayolah, anggap saja ini kopi murahan dengan ekstra bulir gurih.” Alfi membujuk mereka untuk meminumnya. ”Kamu pasti mau meminumnya juga, kan?” Tanya Alfi pada Bunga. “Eh? Tentu saja sayang.” Kata Bunga dengan canggung. “Ok deh.” Kata Koji pasrah. “Iya deh.” Tambah Rian pasrah juga.
915.8K viewsOn holdAdded to Library 490 Times as kopi bunga
Read
+Library
Istri Rahasia Kepala Sekolah

Istri Rahasia Kepala Sekolah

Yang paling menyebalkan ialah seorang klien yang memiliki budget sedikit menginginkan properti dengan harga selangit! Harum aroma kopi mengusik mereka. OG menaruh dua cangkir kopi Kintamani untuk Aldino dan sales tersebut dan segelas air putih untuk Malati. Pun, tak lupa satu piring berisi kue basàh dihidangkan di atas meja. “Nah, kopinya sudah datang. Silahkan dicobain Pak! Enak banget dijamin!”
1041.9K viewsCompletedAdded to Library 964 Times as kopi bunga
Read
+Library
SENTUH AKU BANG! BERI AKU NAFKAH BATHIN!

SENTUH AKU BANG! BERI AKU NAFKAH BATHIN!

Aku bergegas membawakan kopi aren keruang makan, Ayah dan Bang Kay telah duduk manis di kursi, ku suguhkan kopi aren dihadapan Ayah dan Bang Kay. “Ayo Kay minum kopinya. Ini kopi nama nya kopi aren.” Ayah mengajak Bang Kay minum. “Wah kopi bermerk ya Yah? Aromanya sangat wangi.” Puji Bang Kay sembari menghirup asap yang keluar dari gelas kopi. “Sruuuuut.” Bang Kay menyeruput kopinya. “Enak sekali yah, kopi produk mana ini?” Bang Kay takjub dan penasaran.
1012.4K viewsOngoingAdded to Library 457 Times as kopi bunga
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Dan pagi itu, di ruangan kecil penuh kertas dan laptop tua, dua orang duduk berhadapan—tanpa urusan pekerjaan, tanpa tenggat, hanya secangkir kopi, tiga empat potong batagor, dan percakapan ringan yang mengalir seperti Bandung yang sedang tidak tergesa-gesa. Sari menyodorkan cangkir kopi ke arah Bumi. Uapnya naik perlahan, aromanya menenangkan. “Coba tebak, kopi ini rasa apa?” tanya Sari, matanya menyipit menggoda. Bumi mencium aromanya dulu sebelum menyesap sedikit. Ia mengangguk pelan. “Hmm… robusta. Dan kamu tambahkan sedikit kayu manis.”
1011.0K viewsCompletedAdded to Library 396 Times as kopi bunga
Read
+Library
Bunga Biru

Bunga Biru

Sesuatu yang pelan, hampir tidak terlihat. Seperti bunga yang baru mulai membuka kelopaknya. - Neriel menyimpan bunga kecil itu di tangannya dengan hati-hati, seolah benda sederhana itu memiliki berat yang lebih dari sekadar beberapa kelopak. Alira bersandar di meja kasir, masih memperhatikan dengan ekspresi yang setengah ingin tahu, setengah terhibur. “Jadi,” katanya ringan, “kau datang dari tebing hanya untuk membeli satu bunga yang bahkan tidak kau ketahui namanya?”
10512 viewsOngoingAdded to Library 15 Times as kopi bunga
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status