Gairah Terlarang Sang Presdir
"Ini toples biji kopi, ada enam toples dan masing-masing toples sudah kita beri nama daerah asalnya sekalian.
Marvel mengangguk, lalu menunduk sedikit. Ia membuka salah satu toples itu dan mencium aromanya.
"Hmm, saya suka aromanya. Meskipun kuat, tapi nggak nyengat. Selain itu, nggak terlalu basah dan kering juga, pokoknya pas deh. Apa di sini ada tim khusus yang menanganinya?"
Pak Nizam mengangguk mantap. "Benar, Pak. Kita punya tim khusus yang mengatur ini semua. Untuk produk kopi ini, kita pakai metode oven manual supaya aroma aslinya tetap terjaga.”
Hot Chapters