Aku Tidak Menargetkanmu, Tuan!
Apakah ia pernah, bahkan tanpa sadar, membuat Kenan merasa tidak diinginkan?
Matanya melirik kotak kue di meja. Aroma manisnya memenuhi ruangan, tapi entah kenapa, bukannya menghibur, aroma itu justru menambah sesak di dadanya. Tangannya terulur, membuka pita perak itu. Kertas pembungkusnya bergemerisik, memperlihatkan kue lembut dengan lapisan krim yang begitu familiar. Ada kartu kecil di dalamnya, hanya bertuliskan singkat: Makanlah Babe.
Ia menutup mata sejenak. Kata-kata sederhana itu, bukannya mengurangi perasaan bersalahnya, justru mempertebalnya.
Hot Chapters