Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kyraka

Kyraka

"Ah, anget. Seger, deh." Raka menghela nafas lega, meski tidak benar-benar lega. "Kamu selalu berhasil biikin aku jantungan kayak kamu." Raka berdiri dan duduk di samping Kyra, ikut makan semangkuk soto kudus bersama Kyra. "Malam ini mau ke Tumpeng Menoreh, nggak?" Kyra menatapnya bingung. "Tempat apa itu?"
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai kotak beludru
Baca
+Pustaka
Mandul

Mandul

Terlebih, ada 2 kalung berlian yang ia katakan cantik itu kini berpindah ke paper bag yang dibawa oleh Ryu. "Ha, apa ini?" tanya Riri dengan lirih. Bahkan terlihat tangannya bergetar saat membuka sebuah kotak beludru berwarna hitam. Berisi sebuah kalung berlian yang sangat mewah. Berarti jika di total semua nominal itu telah mencapai angka 1M. "Bukankah kau bilang itu semua cantik? Jadi aku berikan itu semua untukmu," jawab Arnold dengan entengnya.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai kotak beludru
Baca
+Pustaka
Mutiara Lembah Hitam

Mutiara Lembah Hitam

Ia bergumam sembari mengeluarkan isi kotak dan menumpahkan di lantai. Ia memilah-milah dan membaca setiap kertas yang tersimpan di sana. Setiap foto diperhatikan dengan seksama. Tak ada tanda-tanda Om Pram ada di dokumennya. “Mana mungkin ayahku seorang pengusaha kaya.” Ia berbicara sambil terus menyortir isi kotak tersebut. Tiba-tiba ia melihat sebuah foto usang. Ibu tengah menggendong seorang bayi. Di sampingnya pria bule yang terlihat sangat tampan. Nesa memandang foto itu sangat lama.
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 226 kali sebagai kotak beludru
Baca
+Pustaka
Duka Cita

Duka Cita

“Terus kalau uang tebusannya habis?” “Aku minta lagi sama papa.” Arya ikut terkekeh sembari berdiri. Ia mengambil sebuah buket bunga mawar yang tergeletak di sofa, sekaligus sebuah paper bag yang berisi satu buah kotak cokelat. “Buat istriku,” kata Arya sembari menyerahkan kedua benda itu pada Cita.
9.838.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 883 kali sebagai kotak beludru
Baca
+Pustaka
Anak Kembar Sang Presdir

Anak Kembar Sang Presdir

tanya Evan melihat Renata memangku sebuah kotak persegi lebar tapi tipis. “Entah belum aku buka,” jawab Renata karena nama pemberi tidak ada di luar pembungkus. Renata meletakan kardus tas di lantai, lantas membuka pembungkusnya dan melihat kotak beludru besar warna biru. Dia sepertinya bisa menebak isi kotak itu, tapi untuk memastikan isinya, Renata pun membuka dan terkejut melihat isinya. “Perhiasan. Ini pasti sangat mahal,” gumam Renata saat melihat satu perhiasan.
1098.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai kotak beludru
Baca
+Pustaka
OM SERING KE RUMAH KALAU MALAM

OM SERING KE RUMAH KALAU MALAM

Adinata menjeda kalimat nya, dia lalu mengeluarkan kotak beludru warna merah dari saku jasnya. Lelaki itu membuka kotak beludru merah itu dan tampak lah cincin berlian cantik berukuran mungil yang berkilauan di dalamnya. Dinda tercengang. Pipinya bersemu merah. Apalagi saat melihat Adinata berlutut padanya dengan mengulurkan kotak beludru itu padanya.
1024.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 693 kali sebagai kotak beludru
Baca
+Pustaka
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

guman Adnan lalu meraih kotak beludru yang tergeletak di dekat bucket bunga mawar yang ada di atas ranjang. "Apa itu?" Redita tampak sangat penasaran, dari luar seperti sebuah kotak cincin, betulkan? Ah ... bodoh! Itu memang kotak cincin, tapi apakah benar isinya seperti apa yang ada dalam bayangan Redita?
9.9265.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.7K kali sebagai kotak beludru
Baca
+Pustaka
Kotak Itu Berbicara

Kotak Itu Berbicara

“Lo punya mata? Bisa lihat kan kalau gue nggak kenapa-kenapa?” Cowok itu membenarkan posisi kaca matanya. “Bukannya kamu tadi nemuin sesuatu ya di bawah meja kamu?” Mili membaca tulisan dalam name tag yang menempel di kemeja. “Dirgantara.... Oh what, siapa pun nama lo, nggak ada urusannya sama lo. Mau gue ketemu bangkai, harta karun.” “Oh... Iy-iya. Tapi saya cuma dengar aja dari anak-anak lain. Jadi mau mastiin aja.” Cowok bernama Dirgantara itu seketika salah tingkah.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai kotak beludru
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status