Kama Sutra
“Dokter memintaku untuk membawakan obat itu. Aku pun berusaha mencari sisa bungkus atau sejenisnya untuk tahu nama obat tersebut. Tapi, ibu sangat pintar menyimpannya dariku. Selama belasan tahun aku konsumsi obat, tidak pernah sekali pun tahu merk obat yang selalu diminumkan untukku.
Mendengar penjelasan Sutra, hati Kama begitu sakit. Sebelumnya, pria itu bahkan tidak pernah sepeduli ini terhadap Sutra.
“Dokter itu lalu menunjukkan beberapa obat padaku. Ada satu di antara obat-obat itu yang selalu kukonsumsi. Warnanya kuning, berbentuk kapsul, aromanya sedikit menyengat.”
“Apa kata dokter itu?”
“Katanya itu sebuah obat yang berbahaya, yang membuat ingatanku semakin sulit untuk bisa sembuh.”
Hot Chapters