Jurnal Sang Dokter
Dia ingin memikirkan semuanya, sekali lagi.
Sepanjang jalan dia mengebut, mencoba menyalurkan emosi yang menggebu, seolah memiliki nyawa cadangan yang bisa digunakan kapanpun. Dia mengeluarkan segala yang mengganjal di hatinya, lalu tiba tiba mobil yang dikendarainya berhenti, dia menginjak rem dengan mendadak, karna ada seekor kucing berbulu hitam yang melintas.
“Sial,” teriaknya seraya memukul stir mobil berkali kali.