Rindu yang Lupa
Cintanya menerbangkan luka, menelan rasa malu, juga mengabaikan penderitaan.
Pukul lima sore. Senja mulai merangkak. Ia lompat dari toko-toko buah. Sebagian tutup, sebagian tidak menjual apel merah. Melenguh sebal. Namun tidak menyerah, mencari lagi. Pasar kampung tak selengkap dengan pasar-pasar kota. Apel termasuk buah langka, sedikit peminatnya, sebab harganya miring bagi perekonomian penduduk. Yang banyak berjejalan pisang, pepaya, jambu biji, mangga, dan melon. Apel merah! Dia butuh apel merah kesukaan gadisnya.
Hot Chapters