Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

*** Rasa Aku berkelana melewati rimba aksara, menembus lebatnya kata Aku berenang dalam kubangan gelap dan terangnya pikiran Mencari rasa yang sepat singgah pada manik jiwa Terbang mengikut angin berhembus sampai akhirnya leyap pada batas nyata Luka hanyalah setitik duka yang tersirat dalam kisah semesta Aku pun pergi pada cinta, kuiklaskan diri dalam rengkuhnya Cumbuannya membangkitkan gelora hasrat jiwa, hadirkan selaksa bahagia ** Jadi lagi satu puisi, coba up lagi di medsos. Siap dikritik, daripada harus diam menunggu kabar dari manusia yang mulai menghilang dari peredarannya. [Ta,] Kenzo mengirim pesan [Uyy, dapa, Ken?] [Sibuk 'gak?] [Gak, kenapa?]
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai kumpulan puisi bugis
Baca
+Pustaka
Anak Pulau: Pembawa Kekuatan Legenda

Anak Pulau: Pembawa Kekuatan Legenda

kata Tammatea sambil memeriksa ukiran itu lebih dekat. “Lihat di sini,” kata Mariam, menunjuk pada bagian tertentu dari ukiran. “Ada tulisan kecil.” Mereka semua mendekat untuk melihat. Tulisan itu berbunyi dalam bahasa Bugis kuno: “Jejak pertama ada di bawah cahaya bintang, di tempat air bertemu dengan langit.” Arfan mengerutkan kening. “Apa maksudnya?” Patiwaji mencoba menganalisis kata-kata itu. “Tempat air bertemu dengan langit... mungkin itu berarti pantai. Tapi di mana tepatnya?”
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai kumpulan puisi bugis
Baca
+Pustaka
MENDADAK JADI PEMBANTU KESAYANGAN TUAN MAFIA

MENDADAK JADI PEMBANTU KESAYANGAN TUAN MAFIA

Orang tua Gia termasuk salah satu pengusaha tambang emas tersohor di Sulawesi. Kebetulan Gia berasal dari suku Bugis. Selain perempuan dan laki-laki, suku Bugis mengakui adanya jenis kelamin lainnya, yaitu waria (calabai), perempuan menjadi laki-laki (calalai), dan bissu (kombinasi dua gender dalam satu tubuh). Hal ini juga tercatat dalam naskah klasik La Galigo yang merupakan naskah kebanggaan masyarakat Bugis Kuno. Naskah ini juga merupakan naskah karya sastra klasik terpanjang sedunia dan diakui keindahannya oleh masyarakat internasional.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai kumpulan puisi bugis
Baca
+Pustaka
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Kalimat yang kutulis ringkas, padat, dan menusuk: Aku adalah puisi yang hanya bisa dibaca, Bukan untuk disentuh jari-jari dunia. Namaku: Harga Diri. Tempatku: Keheningan yang sunyi. Di sinilah aku, tak bertamu, tak menemui. "Ck.. ck.. Aku kira puisi dahsyat apa, ternyata cuma begitu? Biasa saja," cibir Bonaga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia tampak cemas, takut kalau-kalau puisi sesingkat itu akan ditolak mentah-mentah dan membuat kami jadi bahan tertawaan seisi ruangan.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai kumpulan puisi bugis
Baca
+Pustaka
Suamiku Menikah Lagi di Vila Milikku

Suamiku Menikah Lagi di Vila Milikku

ujar Bara sambil menunjuk kue Bugis. "Umi buatkan teh dulu." Umi bergegas membuat segelas teh hangat. Sementara itu, mbah Yah menata kue Bugis dan sokko ke dalam satu piring. "Sisakan buat Aisya juga, ya, Mbah!" ujar Bara. "Iya, Pak." Mbah Yah mengurangi isi piring Cintya. Melihat itu, umi Khofsoh langsung meletakkan tehnya sembarang.
9.1144.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai kumpulan puisi bugis
Baca
+Pustaka
Bisu Karena Cinta

Bisu Karena Cinta

, Elina menggumamkan nama duyung tadi dengan sangat pelan dan tak terdengar oleh ayahnya yang tengah panik karena tangkapannya berhasil kabur. - "Ayah, kenapa manusia memburu duyung?" Di tengah-tengah makan malam tiga orang manusia di meja makan itu, seorang Elina Baker melontarkan pertanyaan yang tidak biasa. Ayahnya yang tadinya tengah memotong daging di piringnya, berhenti sejenak untuk menjawab pertanyaan puterinya. "Mereka itu berbahaya, semua bencana di lautan disebabkan oleh mereka", ucap sang ayah dengan ketus, "Selain itu, mereka punya air mata yang bisa berubah jadi mutiara dengan harga jual yang tinggi"
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai kumpulan puisi bugis
Baca
+Pustaka
Suratan Takdir Sang Anak Paranormal

Suratan Takdir Sang Anak Paranormal

Hurufnya bisa dieja tapi bahasa Bugisnya menggunakan bahasa Bugis Kuno. Nenek Male mengantarkan Aru, Bajo, dan Mapta pada cerita baru lagi. Namun setidaknya, Aru telah ditemukan. Apakah benar dia seorang parakang atau tidak benar-benar hanya korban. Jawabannya akan ditemukan esok hari saat Aru bercerita semuanya. Dingin pagi tapi menusuk hingga Bajo tak mampu menggerakkan tubuhnya untuk mengambil air wudhu. Subuh hari seperti ini, air sangat dingin. Namun, pada siang hingga sore hari, cuaca sangat panas.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai kumpulan puisi bugis
Baca
+Pustaka
PERFAKE HUSBAND

PERFAKE HUSBAND

Adit melirik ke dalam resto, melihat situasi takut Bayu tiba-tiba datang, “Lo pengen kuliah ke Bugis ‘kan?” “Bugis? Bugis apa?” “Ya itu lo mau kuliah di Bugis ‘kan?” “Bugis ‘kan etnis di Sulawesi. Siapa yang bilang gue mau kesana?” “Sulawesi? Bukan, di luar negeri itu yang bahasanya si Bayu ngajar di sekolah.” “Prancis?”
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai kumpulan puisi bugis
Baca
+Pustaka
Istri Warisan

Istri Warisan

“Nenek kenapa belum tidur? Kue bugis itu biar dikerjakan ibu-ibu yang lain.” Nenek tersenyum hangat mendapati cucunya mendekatinya. “Cucu kesayangan Nenek menikah, bagaimana Nenek bisa tidur? Lagian bugis ini harus nenek sendiri yang membuat. Punya cita rasa khas sendiri.” Vanilla memakan kue bugis berisi kinco- kelapa yang sudah diberi gula. Nenek memberinya piring berisi nasi dan soto daging. “Makan ini juga. Seharian nanti pasti tidak akan sempat makan.”
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai kumpulan puisi bugis
Baca
+Pustaka
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

Membuat Anita hampir tak percaya. Perasaan Anita bercampur, antara bingung dan senang. Perubahan sikap Sagara masih saja membuatnya terkejut. “Em... Di sini saya mau membacakan sebuah puisi, karangan Pena Langit dengan judul Orang Asing. Maaf sebelumnya kalau bukan karya saya sendiri. Karena saya tidak pandai membuat puisi," terang Sagara sambil tersenyum canggung.
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 241 kali sebagai kumpulan puisi bugis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status