Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bismillahmu Bukan Untuk Aku

Bismillahmu Bukan Untuk Aku

Ia harus bertahan di tempat itu jika ingin membantu orangtuanya menyelesaikan hutang piutang. Ridha berkacak pinggang. Ia adalah penyiram air mineral di atas kepala Nisa. Nisa tahu sejak awal Ridha kurang menyukainya, sebab Nisa mendapat murid les lebih banyak sedari pertama masuk kerja di Lembaga Bimbingan Belajar itu. Ridha dengan galak berucap, "Sudah deh nggak usah membela diri. Sudah jelas kamu suka sama Ardan kan? Ardan itu sudah punya istri hei! Nggak malu, pengajar kok punya mental pelakor!"
102.3K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as puisi negeriku karya mustofa bisri
Read
+Library
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

"Terlalu gombal. Rudra pasti akan muntah mendengarnya." Ia mengganti buku lain, sebuah puisi bertema perjuangan berjudul "Derap Ksatria Mahipura" "Darah menetes di ujung pedang, demi nusa kita menerjang! "Bagus, tapi tidak cocok dengan musik Wina. Ini lebih cocok diiringi genderang perang," keluh Isvara. Karena belum ada yang cocok, Isvara membaca buku berikutnya.
1014.4K viewsCompletedAdded to Library 460 Times as puisi negeriku karya mustofa bisri
Read
+Library
Istri Tuli Yang Kau Buang

Istri Tuli Yang Kau Buang

“Simpanlah, itu nomorku.” Kama pamit dan dia berada di dalam mobilnya memperhatikan Bening dari seberang jalan, wanita itu bekerja hingga hampir subuh, membuat vas dari pecahan porcelain dan mengisi dengan rangkaian bunga. Lelaki itu ikut tersenyum bahagia saat Bening menyelesaikan pekerjaannya. *** Hari berjalan dengan lamban, Ibra pusing menghadapi harinya. Bisnisnya semakin tersendat bertahan. Tak sengaja Ibra melihat tayangan televisi yang menampilkan pernikahan anak Tieta Maheswara.
1021.6K viewsCompletedAdded to Library 779 Times as puisi negeriku karya mustofa bisri
Read
+Library
TRASHY

TRASHY

batinnya lagi dengan helaan napas yang teramat panjang 💔 Acara pensi berlangsung riuh dan meriah. Kalau yang menebak kelompok Dianalah pemenangnya, ya! Betul, mereka menang karena bakat yang ditampilkan sangat berbeda dari kelompok lain yaitu, musikalisasi puisi. Diana menulis puisi, Lia dan seorang gadis bernyanyi, satu perempuan memainkan okulele, dan gadis kurus bernama Putri bertugas membacakan puisi buatan Diana berjudul 'Mimpi dan Ibu', yang isinya sederhana. Begini :
103.3K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as puisi negeriku karya mustofa bisri
Read
+Library
Istri Yang Tidak Dirindukan

Istri Yang Tidak Dirindukan

“Kau selalu bilang begitu.” Di usianya yang ke 41, Maxime Banderas seorang penulis terkenal internasional untuk fiksi fiksi sejarah yang memiliki penggemar jutaan yang mayoritas adalah wanita. Mereka menyukai tulisannya dan karakter karakter wanita yang kuat, tapi ketampanan sang penulis yang jantan di sampul luar bukunya jelas mendukung. Dengan rambut pirang dan bermata biru ia tampak begitu keren.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as puisi negeriku karya mustofa bisri
Read
+Library
Bisu Karena Cinta

Bisu Karena Cinta

Dirinya sedang mengenang kehidupan sebagai manusia yang pernah ia jalani seminggu yang lalu. Kini kakinya sudah kembali menjadi ekor duyung, dan tentu saja suaranya pun sudah kembali seperti semula. Semua itu berkat Nerissa, sang ratu duyung, yang membantunya mendapatkan kembali kehidupannya sebagai seorang putri duyung. Malam tampak begitu sepi ditemani dengan hembusan angin malam yang dingin. Namun kedua iris birunya itu menangkap sesosok manusia yang sangat familiar baginya.
101.1K viewsCompletedAdded to Library 26 Times as puisi negeriku karya mustofa bisri
Read
+Library
Istri yang Kau Buang

Istri yang Kau Buang

"Nih, upahmu. Karena kerjamu nggak becus, kamu hanya akan dibayar dengan sebungkus nasi putih." Bu Jenar lalu melemparkan sebuah bungkusan pada Sofia, yang kemudian dipungut oleh Sofia dengan tangan bergetar. Dengan mata berkaca-kaca, ia melangkah keluar meninggalkan tempat itu.
98.4K viewsOngoingAdded to Library 236 Times as puisi negeriku karya mustofa bisri
Read
+Library
Istri yang Kau Sengsarakan

Istri yang Kau Sengsarakan

Ia mengenakan celemek sederhana, rambutnya dikuncir rapi, dan senyum hangat terpancar dari wajahnya. “Bismillah!” bisiknya pelan sambil membuka termos besar berisi bubur ayam buatannya. Dengan modal pas-pasan, Nayara memutuskan untuk berjualan bubur. Ia belajar resep dari internet, mencoba beberapa kali sampai akhirnya menemukan rasa yang pas. Ia percaya, makanan yang dibuat dengan niat tulus pasti akan membawa keberkahan. Tak butuh waktu lama, beberapa tetangga kontrakan mulai mendekat.
1.8K viewsCompletedAdded to Library 69 Times as puisi negeriku karya mustofa bisri
Read
+Library
Terjerat Deduksi Detektif Kejam

Terjerat Deduksi Detektif Kejam

Amuk iblis di tempat tak dikenali, kan ku tahan sepenuh hati, Semua demi bertemu kamu lagi, Wahai istriku, Janganlah berhenti berdoa dan berharap, jadikan malam sebagai waktu meminta-minta, Kepada yang maha kuasa, pencipta semesta alam, Jadikan aku kuat dengan doa-doamu, dan keberanianku, Semoga kita bertemu lagi, istriku yang cantik, Maafkan segala kesalahan kakanda, Semoga kita ditakdirkan bertemu lagi di seberang lautan sana. Erik tidak tahu definisi kata-kata manis, puisi buatannya tidak mengandung kata-kata manis yang membuat Linda senang, tetapi berisi makna pahit tentang perang dan perpisahan. Puisi yang cukup untuk merobek hati seorang istri yang ditinggal suaminya ke medan perang da
102.7K viewsCompletedAdded to Library 67 Times as puisi negeriku karya mustofa bisri
Read
+Library
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

"Delapan ekor kuda Raja Mu tak kenal lelah berpacu, berkelana ke negeri seberang untuk mencari matahari dan bulan yang abadi." "Puisi ini berasal dari mana?" "Puisi ini terasa agak asing. Mungkin tentang lukisan Delapan Tunggangan." Setelah keenam orang menyelesaikan satu putaran, staf mencoret enam nomor pertama. Christopher melihat angka-angka yang tersisa tanpa banyak berpikir dan melafalkan, "Sebuah tugu peringatan yang diserahkan ke langit, setinggi sembilan lapis; saat senja, dibuang ke Chaozhou, delapan ribu mil jauhnya."
3.1K viewsCompletedAdded to Library 103 Times as puisi negeriku karya mustofa bisri
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status