Selubung Memori
Dalam momen sekian detik itu, ada segenap perasaan yang kami rasakan bahwa tidak boleh ada yang mengakhirinya.
Namun, pada akhirnya, kami menarik diri. Penglihatan itu mulai memudar lagi, menghilangkan unsur-unsur di sekitar kami. Kara, Reila, Fal, Profesor Merla, Yasha, satu per satu semuanya menghilang—bahkan pondok perbatasan, jembatan gantung raksasa, sampai rumput-rumput basah di awal pagi.
Menyisakan kami yang saling berhadapan.
Bab Populer