Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Kirana

Cinta Kirana

' Batin Cintya. "Bu, apa benar aku akan dijodohkan dengan Cintya?" tanya Randy. "Iya, Sayang, ini lebih baik dari pada kamu harus bersama dengan Kirana. Dan Cintya adalah seorang wanita yang cantik dan berpendidikan, bukan?" "Ibu tak pernah tau apa yang terbaik untuk aku," sungut Randy. "Kalau kamu menolak perjodohan ini, silahkan kamu angkat kaki dari rumah ini, Randy!" Ancam Wilona.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
Ranjang Ternoda

Ranjang Ternoda

“Ini, Bu.” Reina memberikan buku nikah berwarna merah milik Karan, terlihat biasa saja. Namun hatinya kembali teriris saat membuka amplop putih yang diberikan Karan untuknya. Amplop itu berisi surat pernyataan jatuh talak satu yang diberikan Karan kepadanya. Ada sebuah lembar kertas yang di dalamnya terdapat beberapa lembar uang seratus ribu. Reina membukanya dan membacara isi pesan itu.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
Alunan Cinta

Alunan Cinta

itulah yang tertulis pada papan keterangan yang ada di dekat tangga. Adara berdiri mematung memandangi keindahan rumah adat suku Dayak Benuaq yang disebut dengan Lamin itu. "Kenapa? Jangan bilang kalau kamu belum pernah lihat rumah adat kamu sendiri?'' bisik Hanz di telinga Adara. Adara memandang wajah Han yang terlalu dekat dengan wajahnya, "Hanz ku pikir ...." "Apa?" potong Hanz lembut.
102.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
LEAK

LEAK

Pak Lana melangkah ke belakang lalu memetik beberapa kuntum kembang pucuk bang di taman. Sebanyak dua kuntum direndam dalam air minum, sebagian lainnya dimasukkan dalam bak kamar mandi. Pak Lana melantunkan Mantra Gayatri, dia memohon pada Sang Hyang Widi Wasa selalu melindungi keluarganya, terutama istri dan janin yang dikandung dari hal-hal jahat.
9.916.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 384 kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
Harapanku

Harapanku

" Nduk... Tante Mira mau lamaran awal bulan. Kamu sama Dana ga usah ikut yo, kalian di rumah aja ! Soalnya Ayah uangnya cuma cukup buat ongkos Ayah dan Ibu aja pulang pergi... " Ucap Ibu. "Ibu mah gitu... Tega banget sih ninggalin aku sama Dana berdua. Aku kan ingin jalan-jalan juga bu... " Ungkapku kesal.
2.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

"Sekarang katakan apa yang membuatmu nekat menyentuh putra kesayanganku, dasar j4l4ng!" Asih menarik rambut Rani yang terurai, membuat air mata wanita itu semakin berderai di kedua pipi. Dengan satu tarikan, Asih melepas kain yang menyumpal di mulut Rani dan kini, dari saku kemeja hitamnya, Asih mengeluarkan sebuah belati. "Cepat katakan!" hardiknya dengan ujung belati yang tipis dan mengkilat, menyentuh pelipis Rani yang ketakutan.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
Kanuragan Jati

Kanuragan Jati

“Iya, Nyi.“ “Kalau boleh, saya mau mengolah rusa ini di sini dan kita bisa nikmati bersama, sambil menunggu sahabat saya yang di belakang.“ “Boleh saja. Tapi apakah teman kamu nanti tidak keberatan?“ tanya Nenek itu. “Tidak, Nyi. Sahabat saya tidak suka makan daging rusa. Oh iya, bolehkah saya tahu nama Nyai ini?“ Nenek itu memperkenalkan diri sebagai Nyi Wartini, seorang dukun bayi tua yang kesepian. Walaupun pekerjaan sebagai nenek pemijat khusus bayi, sebenarnya Nyi Wartini belum pernah punya anak apalagi cucu, jadi dia selalu kesepian. Dia akan sangat senang saat ada pasien datang meminta pertolongan darinya. Walau hanya dibayar ucapan terima kasih saja, dia tetap rela.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
Cintaku T'lah Mati

Cintaku T'lah Mati

Aku mencari ke segala arah, tapi tetap tidak melihatnya. Sampai akhirnya, kulihat kerumunan orang mengelilingi taman kecil di pinggir taman kota. Melalui celah di antara kerumunan itu, sepertinya aku melihat sosok yang sangat familier. Sosok itu ... seperti Karen. Langkahku langsung kacau saat berjalan ke sana. Minuman hangat yang kubawa sudah tumpah lebih dari separuh dan membakar kulit tanganku hingga memerah.
10.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 364 kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
Legenda Pendekar Biru

Legenda Pendekar Biru

Balada bingung entah harus menjelaskan apa karena dirinya sendiri tidak terlalu mengenal Cantika. “Dia adalah temanku dan teman kak Balada, Ki. Gadis ini bernama Cantika Ayu, cucu dari seorang pendekar ilusi bernama Ki Keling. Mereka berasal dari nagari di sebrang pulau. Tapi kami juga tidak tahu entah apa nama nagari itu, yang pasti Cantika dan Ki Keling adalah kenalan kami,” tutur Lintang menjelaskan. “Aku mengerti sekarang, baiklah! silahkan tuan lanjutkan,” angguk Ki Larang.
1020.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 544 kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
Manusia Penakluk Dunia

Manusia Penakluk Dunia

Jillian tak begitu khawatir pada kemunculan monster liar karena ada seekor naga di sini. “Kamu sudah bangun, Tuan Jillian?” sapa Kanta. Ia membawa tiga ekor kelinci dari perburuannya. “Ya, apa kamu berburu kelinci?” Percakapan mereka membuat para balkanji dan Eryn terbangun. Ternyata Kanta bangun lebih awal, kemudian ia berburu kelinci— The Horn menyebutnya sebagai Kani. Kanta terus menguliti kelinci itu untuk sarapan, sedangkan Jillian membantu mencarikan ranting untuk kayu bakar.
1015.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 455 kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status