Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pengantin Pengganti untuk Presdir Lumpuh

Pengantin Pengganti untuk Presdir Lumpuh

Cocoa Cafe, Korean Food. 11.30 AM Melissa mendorong kursi roda milik Erlangga memasuki kafe. Melissa mengamati seluruh interior kafe dengan wajah berdecak kagum. Erlangga mendongakkan kepalanya sedikit menatap Melissa, dia tersenyum mengejek melihat decak kagum di wajah gadis itu. “Aku tidak tahu di Seoul ada tempat seperti ini,” ucap Melissa.
917.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 533 kali sebagai kursi cafe
Baca
+Pustaka
Cinta yang hilang

Cinta yang hilang

Alhasil mereka berdua memlih pesanan yakni nasi goreng India dengan minuman lemon tea. "Ishh, kamu mesennya tiru-tiru aku," kata Dimas setelah memberikan daftar minumannya ke pelayan kafe itu. Kafe itu tampak begitu klasik dengan konsep kafe vintage, dimana kursi dan mejanya terbuat dari kayu yang dipoles halus sehingga terlihat mengkilap dilengkapi lampu berwarna kuning sehingga cahaya yang dikeluarkan nampak remang-remang. "Kan kamu calon imanku, jadi aku harus mencontoh kamu lah," jawab Refita sedikit menggombal kepada kepada Dimas. Sontak Dimas pun tersenyum lebar dengan sedikit ketawa.
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 255 kali sebagai kursi cafe
Baca
+Pustaka
Simpanan Nyonya CEO

Simpanan Nyonya CEO

Ketika melewati jalan di kawasan pinggiran pantai di sana terlihat sebuah cafe cantik, Cristy meminta untuk singgah di cafe itu Roy pun menuruti keinginannya. Dua jenis minuman segar dan beberapa menu makanan di cafe itu mereka pesan, mereka memilih duduk di bagian luar ruangan cafe yang di sana disediakan meja berbentuk bundar dengan dua buah kursi seperti dikhususkan buat pelanggan yang berpasangan. “Kamu udah punya, Roy?” tanya Cristy memulai obrolan mereka sambil menikmati menu makanan dan minuman yang dipesan.
1028.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 928 kali sebagai kursi cafe
Baca
+Pustaka
Perempuan Masa Lalu Suamiku

Perempuan Masa Lalu Suamiku

Keduanya berjalan cepat menuju ruang depan Omah Lowo yang difungsikan sebagai kafe. Satya mengganjur napas melihat kafe yang terlihat berantakan. Meja kursi berserakan dengan posisi terbalik. Pecahan gelas dan cangkir berhamburan di lantai dekat coffee bar sementara bunga-bunga plastik dan foto-foto di dinding juga bertebaran di lantai.
10104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai kursi cafe
Baca
+Pustaka
Nobody Knows

Nobody Knows

jelasnya. Kirei hanya tersenyum canggung tidak tahu harus berkata apa. Hingga mobil Faisal terlihat dan menepi di depan mobil mereka. Mereka berdua segera keluar dari mobil. Kirei, Dini dan Faisal memasuki cafe yang bernuansa modern dengan nuansa kayu dan tanaman hijau, vibe cafe ini memang seperti rumah pohon. Cafe ini adalah cafe pusat dari banyaknya cabang, Kirei baru mengetahui ada cafe seperti ini di kota. Dia melihat banyak sekali pelanggan di sana.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai kursi cafe
Baca
+Pustaka
JANIN YANG KAU SURUH GUGURKAN

JANIN YANG KAU SURUH GUGURKAN

Toh menghemat waktu dan lagi pula beres beresnya pun sudah hampir selesai. Aku pergi mencari toko yang menjual meja dan kursi yang cocok untuk di simpan di kedaiku. Setelah lama mencari, akhirnya aku menemukan salah satu toko yang menurutku barang barangnya cocok. Aku pun memasuki toko itu, pelayan toko itu pun melayaniku dan menawarkan barang barangnya. "Mas, ada kursi sama meja yang cocok untuk di cafe cafe gitu gak?" Tanyaku.
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai kursi cafe
Baca
+Pustaka
Seadanya

Seadanya

"Oh begitu kesini kak kebetulan pemiliknya ada disini, sedang ketemu klien tunggu di dalam saja nanti kalo sudah selesai saya sampaikan pada bos" Erika mengikuti lelaki itu dengan mata mengamati tampilan cafe tersebut yang berkonsep minimalis indoor dan outdoor. Ada beberapa kursi di bawah pohon rindang diluarnya yang ditata sedemikian rupa, bagian depan terbuat dari full kaca bening, didalam ada kursi dan meja dengan gaya minimalis dan wallpaper dinding yang cocok sekali untuk berselfi ria ala kekinian muda mudi sekarang. Wajar saja anak kampusnya selalu kesini pikir erika. Sekitar 15 menit erika menunggu nampak wanita muda sekitar umur 30 tahunan berjalan kearahnya, sangat elegan dengan
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai kursi cafe
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA SANG PEWARIS TRILIUNER

KEMBALINYA SANG PEWARIS TRILIUNER

Namun penuh tekad. Pertempuran baru saja dimulai. Darren menekan tombol pada remote presentasi. Layar besar menampilkan gambar bangunan kafe dengan nuansa hangat, kayu, tanaman hijau, dan tulisan besar di atasnya: “Kopi Rasa Rumah.” Darren menegakkan bahu. “Konsep kafe kami adalah kopi rasa rumah.” Para dewan direksi langsung fokus. Beberapa bahkan mencondongkan badan ke depan, penasaran. Di sisi meja utama, Nyonya Rukmini tersenyum puas melihat reaksi itu.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai kursi cafe
Baca
+Pustaka
Hasrat Terpendam Sang Kameramen

Hasrat Terpendam Sang Kameramen

Celana pendek denim yang memperlihatkan sebagian paha yang ramping, dan tank top hitam tipis. “Kursi ini sudah dipesan,” ucap wanita itu, matanya—berwarna coklat tua yang tajam—menatap Beni tanpa berkedip. “Dan saya pemilik kafe ini. Bisa saya tahu siapa Anda dan kenapa duduk di sini?” Suaranya datar, profesional, seperti pemilik usaha yang sedang menegur pelanggan yang duduk sembarangan. Tapi ada sesuatu di balik nada itu, sebuah ketajaman yang tersembunyi.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai kursi cafe
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status