Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri Manis Om Yuda

Istri Manis Om Yuda

"Saran yang Salsa kasih memang top. Masalah ranjang enggak ada kendala apa pun dan rasanya enak. Tapi akunya jadi capek banget. Rasanya pinggangku kayak mau patah karena digarap abis-abisan sama dia," balas Kayla tampak mengeluh. Kayla dan Bela terus asik bicara, hingga tidak menyadari bahwa sejak awal Luna sudah duduk di kursi tepat di belakang mereka. Dari posisi itu, Luna mendengar setiap kata yang diucapkan Kayla. la tersenyum kecil, merasa
101.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 29 Beses bilang kursi jasmine
Read
+Library
KITA & MASA LALU

KITA & MASA LALU

Aksara menarik kursi di depan Rimbu. "Paket wagyu saikoro buat dua orang ya." Seorang pelayan menerima buku menu dari Rimbu sembari berkata, "Baik. Untuk waktunya seratus lima puluh menit ya, Kak." "Makanya ini aku traktir sebagai permintaan maaf udah ngegituin kamu."
9.83.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 69 Beses bilang kursi jasmine
Read
+Library
Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO

Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO

Di dalamnya, ratusan kursi telah tertata rapi, mikrofon disiapkan, dan layar besar menampilkan satu kalimat: Forum Etika Global untuk Ibu Pengganti dan Hak Anak. Di kursi utama, Jasmine duduk tenang mengenakan setelan biru tua dengan aksen perak. Tak ada perhiasan mencolok, hanya liontin kecil yang tergantung di lehernya—hadiah terakhir dari ibunya, Sylvia. Di sampingnya, Noah dan Kiara mempersiapkan presentasi utama, sedangkan Evan memantau keamanan data dan jaringan digital.
109.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 184 Beses bilang kursi jasmine
Read
+Library
Jerat Obsesi Mafia Kejam

Jerat Obsesi Mafia Kejam

Meja panjang penuh hidangan mewah, kontras dengan udara dingin di ruangan itu. Zein sudah duduk di ujung meja. Tatapannya terangkat saat Jasmine masuk. Pelayan menarikkan kursi di sampingnya. “Duduk,” ucap Zein singkat. Jasmine ragu sejenak, lalu menurut dan duduk. Tubuhnya kaku menempel di kursi. Jarak mereka sangat dekat.
104.3K viewsOn holdIdinagdag sa Library 103 Beses bilang kursi jasmine
Read
+Library
Sangkar Kupu-kupu

Sangkar Kupu-kupu

ajak Jasmine “Wah aku nggak ikutan deh, aku mau ada les lagi,”sambungku “Yah B’tari sayang banget ya kamu nggak bisa ikutan kita, sebentar aja sih, makan bakso sebentar aja, abis itu pulang,”sambung Mandy “Iya B’tari, lagipula ini sudah malam juga, masa kamu mau kursus,” ucap Jasmine “Mmmm … nggak usah khawatir kalau soal uang, kamu aku bayarin deh baksonya, kamu mau nambah pun juga nggak apa-apa,”ucap Mandy
103.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 106 Beses bilang kursi jasmine
Read
+Library
Misteri Menara Tanpa Nama

Misteri Menara Tanpa Nama

Apakah dia menganggap bahwa semua lelaki yang ada di sini tak akan bisa memenuhi kriteria lelaki miliknya? “Namaku Jasmine, Aku berharap Aku bisa berteman dengan semua orang yang ada di sini!” Jasmine memiliki kulit coklat yang nampak indah dengan rambut yang dikepang. Melihat senyum lebaranya, nampaknya dia adalah salah satu tipe orang yang mudah didekati. “Namaku Lisa... Aku juga berharap bisa berteman dengan semua orang.” Lisa memiliki mata yang sipit dan rambut hitam sebahu. Dia juga berbicara cukup sopan, jadi kurasa akan mudah berbicara dengannya.
106.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 191 Beses bilang kursi jasmine
Read
+Library
Aku Seorang Jenius Super

Aku Seorang Jenius Super

Ia tidak menawarkan penjelasan lebih lanjut, hanya menunjuk ke kursi kosong. "Hmph!" Jasmine mendengus, bersikap layaknya tsundere pada umumnya saat ia duduk. Matanya jatuh pada sepiring steak di depannya. Ia ingin mengabaikannya, tetapi aroma yang menggugah selera terus menarik perhatiannya. Rasanya seperti sebuah bokong besar, bulat, dan indah yang menarik seorang pria, tak tertahankan memanggilnya.
104.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 168 Beses bilang kursi jasmine
Read
+Library
Terjerat Gairah Sahabat Kakakku

Terjerat Gairah Sahabat Kakakku

tegur Erick. Jasmine tidak menjawab apapun. Ia juga tetap masuk ke barisan kedua tersebut. “Buruan! Nanti kelamaan. Di sini banyak ulat bulu!” sindir Jasmine. Masih dengan mode santainya, Jasmine duduk bersandar di kursi. Tangannya terlipat dengan santai di depan dada. Matanya melirik acuh Clara. Erick segera masuk. Mau tidak mau ia pun membiarkan Jasmine duduk di belakang.
1017.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 656 Beses bilang kursi jasmine
Read
+Library
Pernikahan Warisan

Pernikahan Warisan

ajak Jasmine menarik tangan Asha menuju sebuah kursi kayu panjang di halaman depan studio tari. Jasmine kemudian sibuk dengan layar ponsel pintarnya, dia membuka beberapa situs website toko perhiasan yang terkenal dengan keaslian berlian yang tak di ragukan lagi. Di urutan pertama ada France Jewellery, kedua ada Wire Jewellery dan terakhir ada Bright Jewellery. Tak kurang dari setengah jam Jasmine berselancar, hingga dia yakin jika cincin kawin Asha merupakan koleksi dari Wire Jewelley.
1010.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 379 Beses bilang kursi jasmine
Read
+Library
Ibu Sang Pewaris

Ibu Sang Pewaris

bisik Jasmine bertanya, memastikan sekali lagi apa yang dia lihat dan apa yang dipikirkannya salah. "Dia Big Boss kita, Jasmine. Orang Turki, tapi pinter bahasa Indonesia. Ganteng ya, jadi kita bisa cuci mata, deh." Mbak Pur mengedipkan mata dan tersenyum usil. Bukannya ikut tersenyum, wajah Jasmine justru menegang, pikirannya sibuk mencerna kenapa ada Kemal di sana. Ucapan Mbak Puri pun tak ditanggapi. Cuci mata apanya?!
101.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 34 Beses bilang kursi jasmine
Read
+Library
PREV
123456
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status