DEKAP HANGAT KAKAK TIRIKU
Kelas Sejarah Musik Klasik yang diampu oleh Profesor Kusuma—atau yang lebih akrab disapa Pak Kusuma oleh para mahasiswa—baru saja usai.
Derit kursi kayu yang ditarik mundur bergesekan dengan lantai keramik, suara buku-buku tebal yang dimasukkan terburu-buru ke dalam tas kanvas, serta dengung obrolan mahasiswa yang bersiap mencari makan siang mendominasi ruangan berundak yang luas tersebut.
Pak Kusuma, pria paruh baya dengan kacamata tebalnya, sudah membereskan proyektor dan berjalan keluar kelas, meninggalkan mahasiswanya yang mulai berhamburan.