Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Callista: Bukan Sugar Baby Biasa

Callista: Bukan Sugar Baby Biasa

Kayu untuk meja dan kursi, serta tegel marmer berwarna alami. Di bagian luar lebih indah lagi. Ada sofa rotan dengan meja senada berjejer di daerah teras yang terbagi dua. Sebelah kanan untuk yang smooking dan sebelah kiri untuk yang tidak, dan mereka digiring ke meja paling sudut. "Silakan menunya, Kak. Kalau sudah siap memesan boleh panggil Fika ya." Pramusaji tadi menunjuk dirinya sendiri dengan sopan, sebelum pergi.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai kursi santai teras depan
Baca
+Pustaka
Kepentok Cinta Mas Bian

Kepentok Cinta Mas Bian

"Mas Kenan? Ada apa mas cari kami?" "Nggak pa pa, boleh gabung kan?" kebetulan masih ada kursi kosong di samping Tere tepat. Seharusnya jarak kursi itu tadi lebih jauh tapi karena Tere menggeser kursinya jadi terlihat lebih dekat dan sekarang aku yang berada paling jauh.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai kursi santai teras depan
Baca
+Pustaka
Saat Istri Mantan Menghubungiku

Saat Istri Mantan Menghubungiku

gerutunya sembari berjalan menuju teras rumah. Kembali Dirga memperhatikan teras rumah yang ia yakini milik Serena. Ada dua kursi dengan satu meja di sisi kanan teras. Lalu di lantai teras berjajar rapi beberapa pot dengan bunga mawar beraneka warna. Dirga kembali menarik nafas panjang sebelum mengetuk pintu rumah tersebut. TOK TOK... "Iya, sebentar." Suara dari dalam rumah yang sangat Dirga kenal.
1055.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai kursi santai teras depan
Baca
+Pustaka
Gadis Pengantar Makanan Vs Mafia Kejam

Gadis Pengantar Makanan Vs Mafia Kejam

Suara ombak yang pelan terdengar menyenangkan di telinga, memberikan suasana tenang dan damai di sekitar rumah mereka. Teras rumah terbuat dari kayu yang kuat dan dilengkapi dengan beberapa kursi bambu. Di pojok teras, terdapat meja kecil dengan beberapa pot bunga warna-warni yang ditempatkan dengan penuh kecermatan. Bunga-bunga itu memberikan sentuhan keindahan dan warna di tengah rumah yang sederhana. "Nyaman sekali rumah kecil ini, apakah Bu Emma tidak memiliki anak?" tanya Sarah dalam hati.
812.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 439 kali sebagai kursi santai teras depan
Baca
+Pustaka
Istri Gelap Tuan Arrogant

Istri Gelap Tuan Arrogant

Kinanti pun menepikan sejenak kesedihan, keluar bersama Adam yang mengikutinya dari belakang. Renata dan Zidan duduk di teras, kursi yang terbuat dari bahan dasar bambu cukup nyaman untuk di duduki. Dan kursi itu buatan tangan Ayahnya sendiri. "Kalian di sini? Nggak istirahat?" Kinanti pun duduk di samping Renata. "Udah beberapa jam istirahat, kayaknya seru kalau kita bikin tenda di halaman rumah ini, gimana?" Usul Renata.
9.74.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145.1K kali sebagai kursi santai teras depan
Tampilkan Ulasan (890)
Baca
+Pustaka
Sayidah Prasetya
setiap hari slalu nungguin author update bab baru. bukan hanya dijudul yg baru ini,melainkan di judul "istri lugu presdir dingin" tiap baca slalu terhibur,sering senyum² sendiri kalau pas ada bab lucu. next publish bukunya ya thor,biar yg lain pd baca n bisa buat nambah koleksi perpus mini di rumah.
Ina Thabita
Sebelumnya makaaasih banyak thor buat novelnya jujur seumur hdp baru kali ini banya novel ngikutin ampe hbs uang 200rb lebih kali............pdhl aku bukan tipe orng yg suka baca buku tpi dngn novel ini gilaaaa ceritanya bagus awal2 aku sampe nangis sesegukan tpi skrng tangisan trganti dngn trtawa snyum
Baca Semua Ulasan
Bahagia Setelah Terusir

Bahagia Setelah Terusir

Hayati menyentuh dadanya yang kembali terasa nyeri. *** Hayati membawa Tera ke sebuah kursi di taman depan. Temaram lampu membuat suasana taman terlihat sedikit menyedihkan di mata Tera. Indahnya tanaman, bunga-bunga, rumput yang dipangkas rapi, bahkan satu set kursi taman tidaklah membuat lebih berarti jika hanya dijadikan pajangan. Indah, tetapi kesepian.
109.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 344 kali sebagai kursi santai teras depan
Baca
+Pustaka
Sugar Mommy Amatiran

Sugar Mommy Amatiran

Ray tentu saja akan mencibir. Lelaki itu memutuskan untuk duduk di kursi depan Aiden. Dia duduk menghadap ke belakang, tentu saja dengan kaki mengangkang lebar. Mumpung kelas masih kosong dan belum akan diisi, setidaknya sampai lima belas menit ke depan.
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 262 kali sebagai kursi santai teras depan
Baca
+Pustaka
Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek

Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek

Kursi baris depan itu bahkan sudah dilabelkan dengan jelas. Tadi, Jessy hampir salah paham pada kami, itu saja sudah sangat berisiko. Sekarang dia malah ingin aku duduk di kursi baris depan. Apa dia tidak takut kekasihnya akan mempermasalahkan ini kelak, lalu bertengkar dengannya? Aku meliriknya dan terus berjalan ke pintu belakang. "Sebaiknya aku duduk di barisan belakang saja. Baris depan tidak nyaman."
9.3437.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.7K kali sebagai kursi santai teras depan
Tampilkan Ulasan (86)
Baca
+Pustaka
lisa lisa
Yang bilang cerita ini bikin emosi, dia belum baca cerita edward dan clara. isinya the real sungguh bikin emosi jiwa. bahkan edward sosok misterius yg dicap sebagai tukang selingkuh yg minta disantet. di sini ardi masih mending karna selalu bela istrinya meski dia suka cemburu dan disalahpahami.
Eko kurniawan Asfarianto
nah mampus kau dr Ardi, akhirnya stephen unjuk gigi. dari dulu ga mau ngakui raisa, malah orang luar yang akhirnya memanjakan dan ngejar cinta raisa. sementara Ardi dpat barang rusak. walaupun emang berkat Ardi pura pura cinta Zelda raisa bebas dr penculik. tapi dah telat. dulu pamer kemesraan terus
Baca Semua Ulasan
Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

Artika terhuyung ke depan. *****************
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai kursi santai teras depan
Baca
+Pustaka
Kursi Panas di Kantor

Kursi Panas di Kantor

Di kursi belakang, terdapat satu kotak cheesecake dari toko bakery Jepang terkenal bernama Chateraise dan juga buket bunga miliknya. “Akira… ” Giselle mencoba membicarakan satu hal yang mengganjal pikirannya dari tadi pagi. “Hhmm?” “Aku nggak yakin kamu mau bertemu dengan keluargaku, apalagi setelah aku cerita soal mereka waktu itu,” ujarnya pelan. Akira menatap Giselle sejenak sebelum akhirnya dia kembali menatap jalanan Jakarta sore ini.
1029.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai kursi santai teras depan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status