Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Perpisahan yang Kutandatangani

Perpisahan yang Kutandatangani

Yasmin dan Petro telah melewati sebelas tahun bersama. Saat Yasmin mengira mereka akan menua bersama, Petro justru berselingkuh. Perselingkuhan itu berlangsung selama tiga tahun. Dengan seorang gadis yang wajahnya mirip 60% dengannya, lebih muda dan lebih segar. Saat Yasmin mengira tidak ada yang bisa lebih buruk dari itu. Anaknya, Haris, mengeluarkan surat pemutusan hubungan dan berkata bahwa Yasmin telah mengganggu kebahagiaan keluarga mereka. Jantungnya seperti dihancurkan tanpa ampun, Yasmin menandatangani kesepakatan cerai. Dia memutuskan untuk tidak lagi memiliki hubungan apa pun dengan ayah dan anak itu.
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Akhir Dari Sebuah Siksaan Batin

Akhir Dari Sebuah Siksaan Batin

Tengah malam, di sebuah toko perlengkapan dewasa yang remang-remang, aku memergoki putri pemilik toko sedang memuaskan dirinya sendiri. Matanya tertutup kain, kedua kakinya terbuka lebar dan tersampir di sandaran tangan kursi erotis itu, tampak sangat terbuai dalam kenikmatan. Hingga akhirnya, kursi itu mengalami kerusakan. Wajahnya memerah karena sulit melepaskan diri, dia pun meminta tolong. “Om, tolong aku….” Aku malah berjongkok, jari-jariku mengusap paha, betis, hingga pinggang bagian dalamnya. “Jangan bergerak, struktur kursi ini rumit, aku harus mempelajarinya pelan-pelan.” “Kumohon… cepatlah.” Aku memperhatikannya, mulai dari malu hingga menjadi gairah yang meluap, hingga akhirnya pertahanannya runtuh dan dia pun menyerah. “Om, berikan padaku. Berikan segalanya padaku.” Tepat di saat genting itu, terdengar suara pemilik toko membuka pintu dari luar. Aku segera mendorongnya ke balik rak pajangan. Di sana, aku malah melihat sebuah mainan cetakan yang tampak sama persis dengannya.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Saksi Gairah, Bukti Pengkhianatan

Saksi Gairah, Bukti Pengkhianatan

Di bawah meja pengacara yang sedang menyusun surat cerai, jariku yang lembut meraba jauh ke dalam relung jiwaku. Aku memejamkan mata, seolah bunga yang lama kekeringan kini disirami embun manis, terbang melayang dalam nikmat yang memabukkan. Tiba-tiba, kursi empuk di bawah pinggulku berubah menjadi tubuh pria yang tegas dan kuat. Tangan pria itu mulai menyentuh kulit putihku dengan penuh kelembutan...
14.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 529 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Buku Harian Rahasia Fiona

Buku Harian Rahasia Fiona

Aku menarik sabuk pengamanku erat-erat, memegang sandaran kursi penumpang dengan satu tangan dan dipeluk erat oleh pria di belakangku sementara aku sedikit menangis tersentak. Tubuhnya yang tinggi memeluk erat tubuhku yang ringkih, tangannya yang membelai pinggangku membuat tangisan dan napasku semakin sesak. Akhirnya aku tidak tahan dan memohon, “Jangan, jangan di sini, ya?” “Jadi ke rumahmu? Hmm?” Suaranya begitu dekat hingga tubuhku langsung melemas saat mendengarnya, aku memalingkan kepalaku, tidak berani menatapnya dan hanya berkata, “Baiklah.”
4.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Pengganti Untuk Suami Koma

Menjadi Istri Pengganti Untuk Suami Koma

"Sudah kupikirkan, aku akan menikah sama orang koma dari Keluarga Basuki itu." Leia bersandar di kusen pintu rumah lama Keluarga Rangkuti, bibir merahnya melengkung membentuk senyum sinis. Cerutu di tangan Fachri hampir jatuh ke karpet yang sangat mahal. Dia tiba-tiba duduk tegak dari kursi kulit asli, kerutan di sudut matanya ikut merenggang, "Leia, kamu sudah pertimbangkan matang-matang? Bagus sekali! Pihak Keluarga Basuki mendesak, dalam setengah bulan kamu harus menikah ke bagian selatan kota. Kamu suka model gaun pengantin seperti apa, Ayah akan suruh orang pesankan untukmu ...." "Cuma begitu?" Leia mencibir dengan sinis, "Aku menggantikan putri haram kesayanganmu untuk menikah, kamu nggak mau menunjukkan sedikit "niat baik"?"
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Menikah Dengan Paman Tunanganku

Menikah Dengan Paman Tunanganku

Anatasya dijebak oleh calon ibu mertuanya dengan paman tunanganya, yang sedang sakit dan berada di kursi roda. Dia pikir dia akan menjalani kehidupan menyedihkan setelan menikah, tetapi dia tidak tahu bahwa Paman tunangannya memberinya Rumah dan tanah, dan bahkan memanjakannya sampai ke surga. Satu-satunya hal buruk dari suamianya dia terus-menerus batuk dan sepertinya dia akan mati. Hingga suatu hari, Anatasya menemukan rahasia suaminya. Anatasya mencibir, "Bukanya kamu akan segera mati?" Ainsley: "Istriku menjagaku dengan baik." Anatasya mengertakan giginya, "Bukanya kakimu lumpuh?" Ainsley, "Agar anak kita tidak ditertawakan, aku meminta Dokter terkenal untuk menyembuhkan kakiku." Anatasya meledak dengan marah, "Ainsley, apa lagi yang kamu sembunyikan dariku?" Ainsley langsung berlutut dilantai dan memegang tangan Anatasya, "Sayang, jangan marah, pukul saja aku, ini semua salahku yang sudah berbohong padamu. Jangan sakiti janinnya, oke?"
8.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 291 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Ciuman di Balik Seragam

Ciuman di Balik Seragam

"Aku ... aku tak tahan lagi, aku mau ke kamar mandi sebentar." Pramugari yang sedang wawancara itu duduk di kursi, dirinya tampak gelisah. Aku diam-diam menaruh sebuah alat di bawah kursi, yang bisa bergerak dengan dahsyat saat aku menekan tombol. Terlihat wajah mereka memerah dan tampak tegang. Aku merasa cukup puas. Yang lebih menggoda lagi, salah satu pramugari malah mengangkat roknya di tempat, berbisik padaku, meminta aku membantunya.
26.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 930 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Kecelakaan Maut Merengut, Suamiku Mementingkan Mantan Pacarnya

Kecelakaan Maut Merengut, Suamiku Mementingkan Mantan Pacarnya

Tiga hari sebelum pernikahan, mantan pacar Rafi yang mengidap klaustrofobia memblokir mobilku di tepi jurang Jalan Bermera. Dengan kecepatan 100 km/jam, dia menabrak mobilku sebanyak 12 kali. Saat Rafi tiba bersama mobil polisi, aku sudah dikeluarkan oleh petugas pemadam dari kursi pengemudi yang ringsek. Namun, dia malah berjalan menuju mobil sport edisi terbatas yang hanya tergores sedikit catnya, lalu memeluk Nayla yang sekujur tubuhnya gemetaran. "Pak Rafi, dahi Kak Tika berdarah, harus segera dibawa ke rumah sakit untuk dijahit." Rafi mengangkat tangan menghentikan tandu yang mengangkatku, lalu melirik dahiku yang berdarah dan lenganku yang memar. "Cuma luka ringan. Nayla punya klaustrofobia, di tempat terpencil seperti ini kondisinya lebih berbahaya, bawa dia dulu ke rumah sakit." Saat ditinggalkan, aku mengerahkan sisa tenagaku untuk mencengkeram ujung celananya mati-matian. Dia mengerutkan kening dan melepaskan jari-jariku satu per satu, "Nayla nggak sengaja, dia cuma lagi kambuh. Kamu 'kan pengacara, harusnya paham apa itu keadaan kahar, jangan buat masalah." Setelah itu, dia mengambil sebuah perjanjian damai dari tangan asistennya. Dia menggenggam pergelangan tanganku yang sudah lemas, lalu menekan cap sidik jariku di atasnya. "Nanti ada mobil penyelamat lagi di belakang, tahan sebentar."
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Misteri Bangku Kosong

Misteri Bangku Kosong

Ini hari pertamaku pindah ke SMA swasta elite. Aku melihat satu meja dan kursi berwarna merah tua di barisan belakang ruang kelas yang tidak diduduki siapa pun. Semua orang di kelas baruku sering bicara dengan meja dan kursi itu. "Selamat pagi." "Sampai ketemu besok." Seolah-olah ada seseorang yang duduk di sana. Seseorang yang terlihat di mata semua orang, kecuali aku.
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Dia Gampang Dibujuk

Dia Gampang Dibujuk

Tunanganku, Arthur Kusnandi, adalah seorang bos mafia yang memerintah seluruh dunia mafia negara ini dengan tangan besi. Di mata orang-orang, dia adalah perwujudan kekuasaan. Namun di mataku, dia adalah perwujudan cinta. Hanya saja, aku tidak pernah menyadari harga apa yang harus dibayar untuk mencintai pria seperti dirinya. Pada hari Valentine, aku memasak sendiri hidangan yang paling disukai Arthur dan menunggunya pulang ke rumah. Waktu terus berlalu, tetapi kursi Arthur tetap kosong. Dengan perasaan gelisah, aku akhirnya membuka beranda media sosial adik angkatnya, Bella Atmaja. [Mau memuji seseorang. Aku cuma bilang aku kesepian, eh dia langsung datang.] [Bahkan ketika aku nggak sengaja menumpahkan anggur ke tubuhnya, dia sama sekali nggak keberatan. Arthur memang orang yang selalu menempatkan keluarga di urutan pertama. Meski kekasihnya diabaikan, dia tetap nggak pernah mengecewakanku. Terus pertahankan seperti ini.] Di dalam foto itu, bagian pinggang kemeja Arthur basah kuyup. Sapu tangan di tangan Bella bergerak dengan berbahaya di area paling intim tubuh pria itu. Arthur tidak menghindar. Dia hanya menatap Bella dengan tatapan penuh kasih dan memanjakan. Aku tidak membuat keributan apa-apa. Aku hanya memberi tanda suka pada unggahan Bella itu. Kemudian, aku mengirim pesan kepada Arthur. [Kita putus saja.] Seperti biasanya, Arthur mengabaikan pesan itu. Belakangan barulah aku tahu, saat pesan putusku muncul di ponselnya, Arthur hanya merespons dengan nada santai. "Valerie Winata nggak mungkin bisa hidup tanpa aku. Dia cuma lagi ngambek, hanya pura-pura doang kok. Kalau dibiarkan beberapa hari, dia akan kembali sendiri ke sisiku. Dia itu memang gampang dibujuk." Arthur tidak tahu, selama ini aku mudah dibujuk hanya karena aku mencintainya. Namun setelah aku memutuskan untuk pergi, tidak peduli bagaimana Arthur berusaha membujukku, dia tidak akan pernah lagi bisa membuatku kembali.
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status