Cinta di Kursi Roda
Ayahnya mendekatinya, mengulurkan tangan sembari berbisik lembut, “Kau sangat cantik, Nak. Hari ini adalah hari yang istimewa, bukan hanya untukmu, tetapi juga untuk kami, orang-orang yang mencintaimu.”
Laila tersenyum lembut, menggenggam tangan ayahnya dengan erat, lalu melangkah keluar menuju tempat di mana Raka sudah menunggu. Ketika ia tiba di sana, ia mendapati Raka sudah duduk di kursi rodanya, mengenakan jas rapi yang memperlihatkan ketampanan yang bersinar dari dalam. Meski dengan kondisinya, semangat dan kebahagiaan terpancar jelas dari wajah Raka. Di sisinya, seorang sahabat membantunya mengatur posisi kursi roda agar sejajar dengan altar tempat mereka akan mengucap sumpah suci.
Capítulos Populares