Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Priaku di Kursi Roda

Priaku di Kursi Roda

Terlebih pada pria yang duduk di kursi roda, aku sangat membencinya. "Ngapain? Lo pikir gue datang kemari buat ngabisin malam pertama bareng lo? Ck, gak usah berharap banyak. Inget ini cuman pernikahan kontrak." Tanganku terkepal kuat mendengar penuturan pria kursi roda itu. Dasar orang kaya! Memangnya aku tak punya hati apa? Memang benar orang yang banyak hartanya pasti takpunya hati.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
LELAKI YANG TERKHIANATI

LELAKI YANG TERKHIANATI

Setelah membicarakan beberapa ketentuan dan hal-hal yang lainnya akhirnya kerja sama diresmikan dengan jabat tangan keduanya. Lastri sudah memesan beberapa kursi yang rencananya akan dipajang di bagian depan tokonya. Kursi jati sudut dengan ukiran yang rumit namun terkesan apik menarik perhatian Lastri saat baru datang kemarin. Ia memesan dua buah kursi sejenis dengan ukiran yang berbeda. Setelah pembicaraan selesai Lastri pamit undur diri pada Pak Ardi.
9.614.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 420 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Rantai Gen Mekanik

Rantai Gen Mekanik

Pertanyaan tes ini juga tidak menentukan untuk siapa kursi ini digunakan. Neo tidak terburu-buru untuk memulai. Dia melihat Baja Karat No.1 dan berpikir sejenak. Tidak seperti sumpit, yang memiliki panjang dan ukuran standar dan dapat digunakan oleh siapa saja. Kursi berbeda, orang tua suka yang empuk, orang muda suka yang lebih elastis, dan anak-anak suka yang menyenangkan. Ini benar-benar masalah komprehensif yang sulit.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Sehangat Dekapan Mantan

Sehangat Dekapan Mantan

Kursi-kursi disusun melingkar, menciptakan formasi tertutup yang seolah menekan siapa pun di dalamnya. Jagara duduk di tengah, punggungnya tegak, jas hitam mahal melekat sempurna di tubuhnya, seakan menjadi satu-satunya hal yang masih rapi dari dirinya. Tangannya bertumpu di atas meja, jari-jarinya menggenggam kuat hingga urat-urat terlihat jelas, arlojinya—sebuah Rolex hitam berkilau—memantulkan cahaya lampu di atas kepala mereka.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Kuretas Hidup Suamiku Dan Simpanannya

Kuretas Hidup Suamiku Dan Simpanannya

Dia tersenyum mengandeng tanganku dengan mesra Di ruang pertama, berjajar kursi mewah yang aku tau harganya di atas lima ratus juta untuk setiap setnya. Yakin sekali? Tentu! Aku penjual mebel, aku tau kuwalitas dan harga sebuah barang. "Ini ruang tamu, kami jarang memakainya sayang. Biasanya kami berkumpul di ruang tengah, hanya tamu formal saja yang kami persilahkan duduk di sini."
9.5330.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.3K kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa

Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa

Kursi tersebut memiliki desain eksklusif dengan rangka emas, sandaran kulit hitam, dan dilengkapi bantal leher. Dengan napas tersengal, Kageo duduk di atasnya. “Aku tidak kuat berdiri terlalu lama,” katanya datar. “Mendekatlah kemari dan suapi aku dalam posisi duduk. “Maksud Tuan?” tanya Moza terperangah. “Apa aku bicara terlalu cepat?” balas Kageo, bibirnya terlihat lebih pucat. “Aku bilang suapi aku. Otot lenganku sedang lemah, tidak bisa memegang sendok terlalu lama.”
10133.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

Sementara di sisi yang berseberangan juga terdapat tangga yang memutar ke tingkat di bawahnya. Mereka berpindah setelah melewati tiga tingkat ruangan di atas mereka. Ada pintu otomatis yang menyambut mereka di bagian terasnya. Di sisi atasnya terdapat tulisan ‘Akses Identitas’. “Masuklah.” Urvi mempersilakan Fibrela dan Nod ke ruangan tadi. Bagian dalam ruang tadi terdapat ruang-ruang kecil lagi. Ada kursi besar seperti kursi di dokter gigi di tengah-tengahnya. Bedanya kursi tersebut terdapat meja tangan yang besar dengan rongga kubus besar tempat meletakkan tangan. Kaca transparan mengeliling setiap kursi tersebut.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Giok Langit

Giok Langit

Kursi-kursi tertata rapi di ruang tamu dengan hiasan dinding dan meja yang sekilas pandang seperti buatan tangan sendiri. “Ini aku yang membuatnya.” Seolah bisa membaca pikiran Long Wei, Cang Er menunjuk teko kecil dari tanah liat di atas meja. “Sayang hasilnya seburuk itu.” Di mata Long Wei, itu terlalu bagus untuk buatan sendiri karena terdapat ukiran ikan mas sedang saling berkejaran.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis

Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis

Seru Amayra. Dengan perasaan lega, mereka berjalan menuju kedua kursi tersebut. Ridhika juga sudah mencoba untuk santai lagi. Setelah semua, dia sebentar lagi akan menikmati makanan enak. Sehingga, suasana hatinya jadi lebih baik. Akan tetapi, baru saja tangannya meraih sandaran kursi, tangan lain sudah lebih dulu menarik kursi tersebut. Tangan yang dilapisi kain hitam dengan akses merah.
295 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status