Pernah dengar novel 'Kawin Tangan'? Kalau belum, ini ceritanya tentang pernikahan yang diatur oleh keluarga dengan tujuan tertentu. Tokoh utamanya, seorang wanita muda yang dipaksa menikah dengan pria pilihan orangtuanya demi alasan sosial dan ekonomi. Awalnya, dia menolak keras karena ingin memilih sendiri pasangannya. Tapi seiring waktu, dia mulai melihat sisi lain dari pria itu—bukan sekadar sosok dingin seperti stereotip yang dibayangkannya. Konflik batinnya digambarkan dengan apik, bagaimana dia berjuang antara tuntutan keluarga dan keinginan pribadi.
Yang menarik, novel ini juga menyelipkan kritik halus terhadap praktik perjodohan dalam budaya tertentu. Penulisnya berhasil membuat pembaca merasakan tekanan psikologis yang dialami tokoh utama, sekaligus menyuguhkan perkembangan hubungan yang realistis. Endingnya tidak cliché—tidak serta merta bahagia atau tragis, tapi meninggalkan ruang untuk interpretasi.