DENDAM
Sedangkan Mamah, ia menangis di ambang pintu, melihat bungkusan kain, yang kemungkinan itu bangkai kucing Brodi.
Aku mendekat ke arah Papah. "Pah, ada apa?" tanyaku, seraya menatap Mamah, yang masih terlihat menangis.
"Kucing kesayangan Mamah mati, nggak masuk akal matinya. Barusan Papah liat ke cctv, gelap. Sepertinya ada yang mematikan lampu, sebelum bangkai Brodi di lempar ke depan pintu."