Anara
Kini dia menjilati ujung satunya, seperti anak kecil menjilat permen loly, kadang di emut dan digigit-gigit kecil, membuat gadis itu menjerit tertahan, karena rasa kesetrum yang ditimbulkannya sampai ke bagian inti tubuhnya.
Kepala itu, sekarang mulai turun ke perut, dan pusar. Mencium dan menyesap setiap inci tubuh Anara yang putih bagai porselen, membuat tubuhnya bergerak kesana kemari, seperti cacing kepanasan. Lalu Anara merasakan sapuan di bagian bawah tubuhnya. Seketika seluruh otot tubuhnya menegang. Lidah Bryan sudah bermain disana, membuat inti tubuh gadis itu, berkedut semakin cepat. Tak berhenti disana, sekarang, lidah Cowok itu mulai memasuki rongga, yang telah basah sejak tadi.
Bab Populer