Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Tapi sebuah meja bundar terbuat dari lembaran tak dikenal, yang setiap sisi mengeluarkan kilatan cahaya samar. Tanpa instruksi, Lena berjalan mendekat dan duduk di sisi meja itu. Kai menyusul, lalu Kapten Arya. Ustadz Faris terakhir, menatap meja itu sejenak sebelum ikut duduk. Tak ada satu pun yang berbicara.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai laci meja
Baca
+Pustaka
Terjebak Dendam Pewaris Arogan

Terjebak Dendam Pewaris Arogan

ucap Mei Rui. Sementara itu, di salah satu kamar di kediaman Li. “Mama, seharusnya tidak seperti ini!” protes Najia, “kenapa kita harus ikut-ikutan makan di kamar seperti Tante Mei? bukankah kalau seperti ini perempuan itu justru akan merasa menang?” “Najia, jangan menyebut Natasha seperti itu!” tegur Lin, “kamu tahu, kan, kalau Kak Lucas tidak menyukainnya? kamu mau Kak Lucas marah padamu jika dia mendengarnya?”
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai laci meja
Baca
+Pustaka
Suamiku Duda Bisu

Suamiku Duda Bisu

Ia membereskannya dengan cepat. Liora tidak sengaja menendang bagian laci di bawah meja. Laci itu terbuka karena tendangan Liora barusan. Liora berjongkok untuk melihat laci dan menutupnya kembali. Dia diam sesaat setelah menemukan dus coklat polos di dalam laci. Harusnya Liora tidak penasaran dan langsung menutup laci. Tapi dia menarik dus itu dengan salah satu tangannya, lalu melihat isi dus yang tidak tertutup itu.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai laci meja
Baca
+Pustaka
Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu

Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu

Ada dua bangku di meja itu. Tidak kelihatan ada orang yang duduk di sana, tetapi malah ada peralatan makan di atas meja. Makanan itu bahkan tidak disentuh sama sekali. Selain itu, ada sebuah tas laptop di atas bangku yang satu lain. Jelas sekali, meja itu sudah ditempati orang lain. Dacia berjalan ke sana, lalu meletakkan nampan yang berisi makanan di atas meja. “Siapa sih kurang ajar banget?”
9.33.7M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149.9K kali sebagai laci meja
Tampilkan Ulasan (857)
Baca
+Pustaka
rincut
nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike
Siti Saodah
cerita yang sangat luar biasa ,menarik sekali untuk dibaca kelanjutannya ,penasaran dengan tokoh Claire Adhitama dan anak anaknya ,hasil perjuangan nya selama ini akan kah berhasil mempertahankan perusahaan ibunya ? dan ,penasaran juga dengan cerita cinta nya yg sudah membesarkan ketiga anaknya ???
Baca Semua Ulasan
Pusaka Idaman Gadis Desa

Pusaka Idaman Gadis Desa

Meja itu terbuat dari jati gelondongan besar yang nampak sangat kokoh meskipun usianya sudah puluhan tahun. "Mas Tresna, lihat meja ini! Ada ukiran naga di kakinya, persis seperti cerita kakekku tentang harta karun keluarga!" seru Linda semangat. Ia terus mengusap permukaan kayu jati tersebut, merasakan tekstur ukiran detail yang terasa dingin di telapak tangannya.
1047.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai laci meja
Baca
+Pustaka
Tawanan Tiga Tuan Muda

Tawanan Tiga Tuan Muda

Adrian dan Lucas saling pandang. Laura duduk di kursi yang diarahkan Nyonya Toretto, tepat di sebelah Leon, dan Nyonya Toretto mengambil posisi di ujung meja dengan cara seseorang yang sudah menyusun papan catur dan menunggu hasilnya. Sesekali matanya bergerak ke Rosella yang duduk di sisi lain meja. Wanita paruh baya itu menunggu wajah itu retak, menunggu gadis itu tidak tahan dan memilih keluar sendiri.
9.532.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 658 kali sebagai laci meja
Baca
+Pustaka
Pembohong yang Sempurna

Pembohong yang Sempurna

Tidak ada laci tambahan yang ia temukan. Terakhir. Meja kecil di samping tempat tidur. Sebuah jam beker dengan karakter keroppi serta segelas air mineral lengkap dengan tutup berbahan stainless. Satu laci kecil di bawah meja itu menjadi harapan satu-satunya. Lagi-lagi tidak dikunci dan membuat Parta membulatkan matanya saat sudah membuka laci itu. Tidak ada apa pun. Nihil. Parta hanya mampu menggelengkan kepala. Tidak ada apa pun baik informasi maupun benda berharga.
1010.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 225 kali sebagai laci meja
Baca
+Pustaka
Istri Kontrak Presdir Arogan

Istri Kontrak Presdir Arogan

Seketika Lucas mendongak dan menegakkan tubuhnya. Di lain pihak Franklin tengah mengamati Lucas yang berada di sekitar meja. Lucas lalu melempar pandang ke arah meja Franklin lagi, lantas mencoba memukul permukaan serta kaki meja beberapa kali. "Aku kagum dengan furnituremu. Sejak kapan meja ini sudah berada di sini?" "Oh…" Franklin tertawa. "Meja itu sudah lama, Lucas. Sekitar enam tahun yang lalu."
1016.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 626 kali sebagai laci meja
Baca
+Pustaka
Pesona Pria Plus-plus

Pesona Pria Plus-plus

Di atas permukaan meja memang tampak bekas persegi yang warnanya lebih terang dibanding bagian lain, seolah selama bertahun-tahun ada sebuah bingkai yang diletakkan di sana. "Tapi sekarang gak ada." Rachel mengernyit. "Maudy paling suka pajang foto. Rasanya aneh kalau meja ini kosong." Bagas tidak langsung menjawab. Instingnya mengatakan hal yang sama. Tatapannya kemudian beralih ke salah satu laci meja rias. Laci itu tampak sedikit berbeda. Di bagian bawahnya terpasang kunci kecil.
1021.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 530 kali sebagai laci meja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status