Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dekapan Panas Kakakku

Dekapan Panas Kakakku

Di sampingnya, sebuah jam meja yang sudah lama berhenti berdetak, jarumnya membeku tepat di angka tiga. Di bawah permukaan meja itu ada dua laci kecil, masing-masing di kiri dan kanan. Dengan lubang kunci yang jauh lebih kecil dibandingkan lubang lemari-lemari tadi. “Ini …” Kiara menunduk, mendekatkan matanya untuk memeriksa lubang kunci laci sebelah kiri. Ia menyelipkan kunci kecil itu ke dalamnya.
1013.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 416 kali sebagai laci meja
Baca
+Pustaka
Rahasia Istri Yang Disakiti

Rahasia Istri Yang Disakiti

Laci kedua meja kayu. Tangannya sedikit gemetar saat menariknya. Kosong. Napasnya tercekat. “Tidak ada,” bisiknya. Arkan langsung mendekat. “Kau yakin di sini?” Clarisa membuka laci ketiga. Lalu lemari kecil di bawah meja. Kosong. Raka masuk dari ruang tamu. “Tidak ada tanda-tanda pintu dibobol.”
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai laci meja
Baca
+Pustaka
SATAPUSPI

SATAPUSPI

Lara tidak membalas, tidak jua menengok ke belakang, tapi dia justru menumpuk buku-buku dari rak buku usang dan mengambil satu meja lipat lain. “Ayo bangun, sebelum kasurku makin tidak karuan sebab kau,” Lara berkata begitu sambil menyodorkan meja lipat lain bergambar Putri Aurora yang serba merah muda. Reva nyengir kemudian bangkit dan menerima meja lipat tersebut.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai laci meja
Baca
+Pustaka
Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!

Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!

Di tengah ruangan, sebuah meja besar dipenuhi peta-peta yang terbuka, beberapa ditindih pemberat logam agar tidak menggulung kembali. Pintu terbuka pelan. Lucien melangkah masuk tanpa suara, sepatu botnya hampir tidak menimbulkan bunyi di atas karpet tebal. Ia berhenti beberapa langkah dari meja, matanya langsung menangkap sosok yang duduk di sana. Jayreth.
9.6401.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.8K kali sebagai laci meja
Tampilkan Ulasan (84)
Baca
+Pustaka
Raisaa
Halo kakak pembaca semua yg baik hati dn masih setia dgn cerita ini.terimakasih banyak dn terimakasih krn terus mendukung cerita sy. sejauh ini sy Gk kehabisan ide dn ceritanya sesuai alur. terimakasih sy pd kakak semua yg msh berdiri disamping sy utk kawal cerita ini smpe akhir, sabar ya utk alurny
Agis Sat
aku dukung lagi kak..aku harap novel ini bisa masuk top 20,top 10 bahkan top 3.menurutku dirian&selene saling mencintai,mungkin dirian masih berpikir dia mencintai viviene tp menurutku dia mencintai istrinya tp belum menyadari perasaan sendiri.buat hubungan mereka semakin kuat dg konflik.sukses kak.
Baca Semua Ulasan
Lusia

Lusia

Tiga piring kini tersaji di atas meja, dengan pancake yang terlihat masih mengepulkan asapnya. “Terima kasih Emma, akan aku habiskan tanpa sisa.” Tekad Lusia, tanganya menarik piring agar lebih dekat lagi. Eliona juga mendapatkan jatah yang sama dengan Lusia, di meja makan, tida perempuan itu saling bercerita banyak hal. Tentang hal – hal yang lucu, mengesalkan dan beberapa tentang tips kecantikan. Dan tanpa di sadari, matahari makin membumbung tinggi.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai laci meja
Baca
+Pustaka
Belenggu Hasrat Dendam Membara

Belenggu Hasrat Dendam Membara

Elena mematung di tengah ruang tamu, menatap pemandangan janggal di hadapannya. Meja kayu jati mereka kini serupa furnitur taman kanak-kanak, setiap sudut tajamnya telah hilang, terbungkus pelindung empuk berwarna krem. “Lucas, kenapa semua sudut meja pakai busa?” tanyanya heran pada Lucas yang tampak sibuk, padahal hari masih pagi.
738 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai laci meja
Baca
+Pustaka
JERAT MANIS BERONDONG POSESIF

JERAT MANIS BERONDONG POSESIF

Meja kayu jati yang biasanya bersih kini tertutup tumpukan map cokelat, dokumen legal, laptop yang menyala, dan kabel-kabel yang melintang di mana-mana. Siska berdiri di dekat jendela besar, menatap kerlap-kerlip lampu kota Jakarta. Pikirannya masih melayang pada kejadian-kejadian sebelumnya, namun kini matanya tidak lagi menunjukkan ketakutan. Ada api baru yang menyala di sana, api keberanian untuk mengakhiri semuanya.
778 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai laci meja
Baca
+Pustaka
Satu Malam Bersama Duke

Satu Malam Bersama Duke

Dengan satu ayunan kasar dari tangan bebasnya, Lucian menyapu bersih permukaan meja teh di hadapan mereka. Teko porselen mahal, cangkir-cangkir teh, dan piring berisi kue lemon hancur berserakan di atas lantai batu, menciptakan suara pecahan yang membuat ketiga dayang di seberang sana tersentak. Sebelum Sienna menyadari apa yang terjadi, Lucian telah menjatuhkan tubuh istrinya ke atas permukaan meja bundar yang kini kosong.
9.951.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai laci meja
Baca
+Pustaka
Dilamar Adiknya, Dinikahi Kakaknya

Dilamar Adiknya, Dinikahi Kakaknya

bisiknya lemah. Lalu pandangannya jatuh ke satu titik. Meja kerja kecil di dekat jendela. Meja itu masih ada, meski salah satu kakinya retak. Di atasnya, hanya tersisa lampu meja tua yang sudah mati dan tumpukan kertas kosong. Tanisha mendekat, meraba permukaan meja itu perlahan. Ada goresan panjang di sisi kanan. Ia mengernyit.
9.75.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai laci meja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status