Lepaskan Aku, Om
“Kamu tahu… kamu harusnya berterima kasih padaku. Kalau bukan aku, kamu cuma akan jadi gadis kampung yang menikah muda dan hidup miskin. Sekarang lihat dirimu—terkenal, cantik, dan… laris.”
“Aku benci kamu, Revan,” kataku lirih.
Dia tertawa. “Benci? Itu bagus. Benci adalah bahan bakar yang membuat permainan ini tetap berjalan.”
Aku berdiri, mengambil tas, dan berjalan keluar tanpa menoleh lagi. Tapi aku tahu, kemana pun aku pergi, bayang-bayangnya akan selalu mengikutiku… sampai aku menemukan cara untuk membebaskan diri dari cengkeramannya.
Hot Chapters