Sketsa Cinta Arina
Muka Arin memerah lagi, lalu dia bilang, "Klasik itu, Mbak Rere. Lagu lama. Sekarang kan jamannya K-Pop."
"Yang klasik itu tak lekang oleh waktu loh, Rin." Tak disangka Mas Fajar ikut menyahut. Arin mati kutu. Dia hanya bisa memprotes Mas Fajar dengan menunjukkan muka cemberut, dan mata melotot. Sedangkan aku tetap fokus dengan makanan di piringku, walau dalam hati aku ingin melompat-lompat dan tertawa.
Kasihan sebenarnya melihat Arin "diserang" oleh banyak pihak, tapi entah mengapa aku menikmatinya. Malahan aku ingin melihat lagi mukanya yang tersipu seperti saat aku menatapnya di kantor tadi.
ตอนยอดนิยม